Waspada DBD, Dokter RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Masyarakat Jangan Terlambat Berobat
Ilustrasi: nyamuk aedes aegypti sebagai penyebar DBD (FOTO: Istimewa)

Waspada DBD, Dokter RSUD Pandega Pangandaran Ingatkan Masyarakat Jangan Terlambat Berobat

Masyarakat diingatkan agar tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

TIMES Jabar,Jumat 8 Mei 2026, 02:22 WIB
653
A
Acep Rifki Padilah

PANGANDARANKasus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi penyakit yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama saat musim penghujan dan perubahan cuaca ekstrem.

Dokter umum RSUD Pandega Pangandaran, dr. Clarissa Verina Setiawan, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala demam yang disertai tanda-tanda tertentu karena dapat menjadi indikasi DBD.

Menurut dr. Clarissa, salah satu tanda awal yang sering muncul adalah demam tinggi mendadak yang berlangsung selama beberapa hari.

"DBD biasanya diawali demam tinggi, nyeri kepala, nyeri otot, lemas, dan kadang muncul bintik merah di kulit," ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Namun, kata dia, masyarakat juga perlu mengenali tanda bahaya DBD yang menunjukkan kondisi pasien mulai memburuk dan membutuhkan penanganan medis segera.

Beberapa tanda bahaya tersebut di antaranya nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, mimisan atau gusi berdarah, tubuh sangat lemas, tangan dan kaki dingin, serta penurunan kesadaran.

"Kadang saat demam mulai turun justru pasien memasuki fase kritis. Ini yang sering disalahartikan sudah sembuh," jelasnya.

Ia menegaskan, keterlambatan penanganan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius akibat kebocoran plasma darah hingga syok dengue.

Karena itu, masyarakat dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada DBD, terutama jika disertai tanda bahaya.

Selain pengobatan, pencegahan juga menjadi langkah penting untuk menekan penyebaran penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

dr. Clarissa mengimbau masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk melalui langkah 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Lingkungan yang bersih menjadi kunci utama pencegahan DBD," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.