Ketika Rumah Kembali Sepi Setelah Lebaran di Majalengka, Rindu yang Tertinggal di Kampung Halaman
TIMES Jabar/Ilustrasi rumah kembali sepi setelah lebaran di Majalengka. (FOTO: TIMES Indonesia AI)

Ketika Rumah Kembali Sepi Setelah Lebaran di Majalengka, Rindu yang Tertinggal di Kampung Halaman

Setelah hiruk-pikuk Lebaran usai, rumah-rumah di Majalengka kembali sunyi. Para perantau pulang ke kota, meninggalkan kenangan kebersamaan yang hangat. Tradisi tahunan yang terus berulang.

TIMES Jabar,Kamis 26 Maret 2026, 13:34 WIB
233
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKABeberapa hari setelah Lebaran Hari Raya Idul Fitri berlalu, suasana di banyak rumah di Majalengka perlahan berubah. Jika sebelumnya dipenuhi tawa, obrolan panjang, dan langkah kaki para anggota keluarga yang pulang dari perantauan, kini banyak rumah kembali sunyi.

Lebaran memang selalu membawa cerita tentang kepulangan. Para perantau datang dari berbagai kota untuk berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Rumah-rumah yang biasanya tenang mendadak ramai oleh anak, cucu, dan saudara yang datang membawa cerita dari perjalanan jauh.

Namun setelah hari-hari kebersamaan itu berlalu, satu per satu mereka kembali berangkat ke kota tempat bekerja. Mobil dan bus yang dulu mengantar pulang kini kembali membawa mereka meninggalkan kampung halaman.

Di sebuah rumah sederhana di salah satu desa di Majalengka, Nining (55) terlihat duduk di ruang tamu yang beberapa hari lalu dipenuhi keluarga. Kursi yang sebelumnya penuh kini kembali kosong.

“Waktu Lebaran rumah ini ramai sekali. Anak-anak pulang semua. Sekarang sudah kembali kerja,” ujarnya pelan.

Ia mengaku suasana rumah terasa berbeda setelah anak-anaknya kembali merantau. Namun bagi banyak orang tua di Majalengka, momen seperti ini sudah menjadi bagian dari siklus Lebaran setiap tahun.

Selama beberapa hari, rumah menjadi tempat berkumpulnya keluarga besar. Anak-anak bermain di halaman, dapur sibuk menyiapkan hidangan, dan ruang tamu dipenuhi cerita.

Tetapi setelah arus balik dimulai, kampung perlahan kembali ke ritme semula.
Di jalan-jalan desa yang beberapa hari lalu ramai kendaraan para pemudik, kini suasana terlihat lebih tenang. Hanya aktivitas warga sehari-hari yang kembali berjalan seperti biasa.

Didi (50), warga Majalengka lainnya, mengatakan bahwa suasana sepi setelah Lebaran sering kali memunculkan perasaan haru.

“Memang sedih ketika anak-anak kembali ke kota. Tapi kita juga senang karena mereka sudah sempat pulang dan berkumpul,” katanya.

Bagi banyak keluarga di Majalengka, Lebaran bukan hanya tentang hari raya itu sendiri, tetapi juga tentang momen kebersamaan yang jarang terjadi sepanjang tahun.

Meski rumah kembali sepi, kenangan tentang tawa, pelukan, dan cerita yang tercipta selama Lebaran tetap tertinggal di setiap sudut rumah.

Dan seperti tradisi yang terus berulang dari tahun ke tahun, warga Majalengka akan kembali menunggu satu momen yang sama, ketika Lebaran berikutnya tiba, dan rumah kembali dipenuhi langkah kaki orang-orang tercinta yang pulang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.