Menyusuri Jejak Peradaban di Tajursela, Saksi Bisu Kejayaan Agraris Garut Timur
TIMES Jabar/Ilustrasi kehidupan zaman dulu di Kampung Tajursela, Desa Sukarahayu, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut. (Foto: Adis Cahyana/TIMES Indonesia).

Menyusuri Jejak Peradaban di Tajursela, Saksi Bisu Kejayaan Agraris Garut Timur

Sejak dulu, Tajursela menjadi andalan bagi warga untuk bercocok tanam karena airnya yang melimpah dan tanahnya yang gembur.

TIMES Jabar,Selasa 10 Maret 2026, 16:30 WIB
176
A
Adis Cahyana

GARUTDi tengah sejuknya udara Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut, terdapat sebuah pemukiman yang menyimpan cerita unik di balik namanya yang khas: Kampung Tajursela.

Bagi warga setempat, nama ini bukan sekadar identitas geografis, melainkan sebuah rekaman peristiwa masa lalu yang memadukan potensi alam dengan sebuah insiden yang melegenda.

Perpaduan 'Tajur' dan Peristiwa 'Sela'

Narasi sejarah kampung ini berakar dari dua kata yang memiliki makna mendalam bagi masyarakat agraris di wilayah tersebut:

Tajur (Menanam): Kata ini merujuk pada kesuburan tanahnya. Secara historis, wilayah ini dikenal sebagai area yang sangat baik untuk ditanami (ditajur dalam bahasa Sunda).

Sejak dulu, Tajursela menjadi andalan bagi warga untuk bercocok tanam karena airnya yang melimpah dan tanahnya yang gembur.

Sela (Sela Kuda): Bagian paling menarik dari sejarahnya adalah legenda mengenai sela kuda (pelana). Konon, dahulu kala ada seorang bangsawan atau penunggang kuda yang melintasi wilayah perbukitan di sana.

Di titik tersebut, pelana atau sela kudanya terlepas dan jatuh. Peristiwa jatuhnya sela kuda inilah yang kemudian diabadikan oleh masyarakat menjadi bagian dari nama kampung mereka.

Fakta Mendalam, Saksi Bisu Peradaban Wanaraja

✓ Bagian dari Sukamenak:

Secara administratif, Tajursela merupakan bagian dari Desa Sukamenak, yang kini dimekarkan menjadi Desa Sukarahayu, sebuah wilayah di Wanaraja yang memiliki sejarah panjang sejak masa pemerintahan Kabupaten Limbangan.

✓ Kearifan Lokal:

Nama Tajursela menjadi pengingat bagi warga akan pentingnya menjaga kesuburan tanah (Tajur) sekaligus menghormati jejak sejarah para pendahulu yang pernah melintasi wilayah mereka.

✓ Karakter Masyarakat:

Hingga kini, semangat 'Tajur' masih terasa dari kentalnya budaya bertani warga, sementara cerita 'Sela Kuda' tetap dirawat melalui tutur lisan dari generasi ke generasi sebagai identitas unik yang membedakan mereka dengan kampung lainnya di Garut.

Kini, Tajursela tetap berdiri sebagai kampung yang harmonis, di mana narasi tentang sela kuda yang jatuh berpadu indah dengan hijaunya tanaman yang terus tumbuh subur di setiap jengkal tanahnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Adis Cahyana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.