Tersesat 3 Kilometer Saat Cari Ibunda, Balita di Wanaraja Garut Ditemukan Selamat
Balita itu kehilangan arah saat mencari ibunya di kawasan Jalan Talaga Bodas, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut.
GARUT – Seorang balita berusia tiga tahun bernama Aydan Atthallah berhasil diselamatkan setelah sempat tersesat sejauh tiga kilometer.
Balita itu kehilangan arah saat mencari ibunya di kawasan Jalan Talaga Bodas, Kecamatan Wanaraja, Kabupaten Garut, Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kronologi Penemuan Balita
Peristiwa bermula saat sejumlah pengemudi ojek menemukan Aydan berjalan sendirian dalam kondisi bingung di pinggir jalan.
Khawatir akan keselamatan anak tersebut, para pengemudi ojek langsung mengantarkannya ke Kantor Kecamatan Wanaraja untuk mendapatkan perlindungan.
Mendapat laporan warga, petugas Satpol PP Kecamatan Wanaraja, Ropi Setiawan, bersama Pendamping PKH, Acep Dani Hamdani, langsung bergerak cepat.
Mereka menyebarkan foto dan informasi anak tersebut melalui grup WhatsApp kecamatan untuk mencari keberadaan keluarganya.
Proses Pencarian Keluarga
Petugas sempat melakukan penelusuran selama hampir dua jam ke wilayah Kampung Rancabatu, Desa Wanamekar, bersama Ketua BPD Desa Wanamekar, Dekky Desmond.
Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil karena lokasi pasti rumah sang balita belum diketahui.
Titik terang akhirnya muncul saat petugas melihat seorang anak berusia lima tahun sedang mencari adiknya di sekitar Kantor Kecamatan Wanaraja.
Anak tersebut mengonfirmasi bahwa adik yang dicarinya adalah Aydan Atthallah.
Dari keterangan sang kakak, diketahui bahwa Aydan keluar rumah bersama dua kakaknya yang masing-masing berusia lima dan tujuh tahun.
Mereka bertiga berniat mencari ibunya, Euis Widaningsih, yang sedang berjualan di sekitar Jalan Talaga Bodas, sementara sang ayah, Wahyu Ginanjar, sedang bekerja di luar daerah.
Pemulangan Korban dan Imbauan Camat
Petugas kemudian mengantarkan Aydan kembali ke rumahnya di Kampung Rancabatu RT 04/RW 03, Desa Wanamekar, yang berjarak sekitar dua hingga tiga kilometer dari lokasi penemuan.
Saat tiba di rumah, petugas mendapati kondisi rumah hanya berisi ketiga anak tersebut tanpa adanya pendampingan orang dewasa.
“Setelah kami mengantar Aydan ke rumahnya, ternyata di rumah hanya ada anak-anak,” ujar Anggota Satpol PP Kecamatan Wanaraja, Ropi Setiawan.
"Mereka bertiga masih kecil, masing-masing berusia sekitar 3, 5, dan 7 tahun. Mereka keluar rumah karena ingin mencari ibunya yang sedang bekerja," imbuhnya.
Secara terpisah, Camat Wanaraja, Fahmi Fauzi, S.STP., M.Si., mengapresiasi kepedulian para pengemudi ojek serta kesigapan seluruh aparat yang terlibat.
Ia juga mengeluarkan imbauan tegas kepada para orang tua di wilayahnya untuk memperketat pengawasan terhadap anak di bawah umur.
“Anak-anak di bawah usia lima tahun harus benar-benar berada dalam pengawasan orang tua maupun keluarga. Jangan sampai lengah, karena dalam waktu singkat mereka dapat berjalan jauh dan menghadapi berbagai risiko yang membahayakan keselamatannya,” kata Fahmi Fauzi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

