Seorang Pria di Cianjur Ditemukan Tewas Akibat Luka Senjata Tajam
Peristiwa penganiayaan maut terjadi di sebuah gudang motor di Kelurahan Muka, Cianjur. Korban berinisial AP tewas akibat luka bacok, polisi kini buru pelaku yang terekam CCTV.
Cianjur – Warga Kelurahan Muka, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, digemparkan dengan aksi penganiayaan maut di sebuah gudang penyimpanan sepeda motor, Jalan Muhammad Toha, Gang Bincarung, Kampung Rancabali Kulon.
Korban berinisial AP (39), mengembuskan napas terakhir di lokasi kejadian setelah menderita luka serius akibat sabetan senjata tajam di sejumlah bagian tubuhnya. Berdasarkan rekaman CCTV di lokasi, aksi kekerasan tersebut berlangsung sangat cepat.
Saksi mata di lokasi, Cepi Arifin Yusuf, mengungkapkan situasi mencekam bermula saat korban terlihat berlari tergesa-gesa memasuki area gudang. Menurutnya, korban saat itu berupaya menyelamatkan diri dari kejaran orang tak dikenal.
"Ada orang lari dikejar-kejar masuk ke sini. Sebelumnya sempat cekcok di luar, lalu korban masuk ke dalam," ujar Cepi saat memberikan keterangan, Minggu (3/5/2026).
Saksi menjelaskan, pelaku penyerangan diduga berjumlah lebih dari satu orang. Seorang pelaku yang mengenakan helm mengejar korban hingga ke dalam gudang, sementara dua orang rekan pelaku lainnya bersiaga di atas kendaraan untuk memantau situasi dari luar.
Akibat penyerangan tersebut, korban AP mengalami luka bacok pada bagian kaki, bahu belakang, serta leher. Setelah korban tidak berdaya, para pelaku langsung melarikan diri. Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur untuk pemeriksaan medis.
Merespons kejadian tersebut, jajaran Polres Cianjur langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lapangan.
Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, menegaskan pihaknya tengah bekerja ekstra keras untuk mengungkap kasus ini secara tuntas.
"Iya, korban meninggal dunia namun motifnya masih didalami. Kami sedang melakukan penyelidikan dan identitas pelaku masih dicari. Secepatnya kami tindak," tegas Alexander menanggapi perkembangan kasus tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

