Krisis Regenerasi Petani Ancam Ketahanan Pangan Nasional
TIMES Jabar/Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan Widiastuti (kiri) berbicara dalam penutupan program Petani Keren di Jakarta, Senin (13/10/2025). (FOTO: ANTARA/Shofi Ayudiana)

Krisis Regenerasi Petani Ancam Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah ungkap 70% petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, sementara generasi Z hanya 2,14%. Degradasi lahan dan persepsi negatif jadi tantangan utama regenerasi petani untuk swasembada pangan.

TIMES Jabar,Selasa 14 Oktober 2025, 00:03 WIB
13.9K
A
Antara

JAKARTAPemerintah menegaskan bahwa krisis regenerasi petani merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. Minimnya partisipasi generasi muda dalam sektor ini menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Senin (13/10/2025), mengungkapkan keprihatinannya. "Petani masih dianggap sebagai pekerjaan yang tidak menguntungkan. Kita sangat membutuhkan solusi untuk mengatasi aging farmer atau penuaan petani agar sektor pertanian tetap berkelanjutan dengan mengoptimalkan peran pemuda," ujarnya.

Data Sensus Pertanian 2023 dari BPS mengonfirmasi kondisi memprihatinkan ini. Sebanyak 70 persen petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, dengan dominasi Generasi X (42,39%) dan Baby Boomers (27,61%). Yang lebih mengkhawatirkan, partisipasi Generasi Z hanya mencapai 2,14 persen.

Tantangan struktural turut memperparah kondisi ini. "Banyak anak muda tidak melihat pertanian sebagai pilihan karier yang menjanjikan. Bahkan, tidak sedikit orang tua yang berharap anaknya tidak mengikuti jejak menjadi petani," kata Widiastuti. Data Bappenas menunjukkan sekitar 80 ribu hektare lahan pertanian beralih fungsi selama 2019-2024, sementara 89,5 persen lahan pertanian terkategori tidak berkelanjutan akibat degradasi.

Di tengah tantangan tersebut, proyeksi kependudukan justru membuka peluang. Dengan jumlah penduduk Indonesia yang diperkirakan mencapai 324,05 juta jiwa pada 2045, sektor pertanian seharusnya menjadi lapangan kerja potensial bagi generasi muda.

Sebagai langkah konkret, pemerintah telah menerbitkan Inpres Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian. "Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memperkuat regenerasi dan transformasi pertanian. Ini mencakup integrasi program pelatihan penyuluh, inkubasi bisnis pertanian, peningkatan kapasitas pendampingan, optimalisasi kelembagaan penyuluh, serta perluasan akses pembiayaan KUR, lahan produktif, dan kemitraan usaha bagi petani muda," jelas Widiastuti menutup pernyataannya.

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Antara
|
Editor:Faizal R Arief

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.