Strategi Senyap Jaga Lumbung Pangan, Bupati Majalengka Salurkan Bantuan Pestisida
TIMES Jabar/Bupati Majalengka, H Eman Suherman bersama kelompok tani yang menerima bantuan Pestisida. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

Strategi Senyap Jaga Lumbung Pangan, Bupati Majalengka Salurkan Bantuan Pestisida

Bantuan ini menjadi sinyal kuat hadirnya pemerintah di tengah kegelisahan petani menghadapi ancaman hama yang berulang setiap musim tanam.

TIMES Jabar,Jumat 27 Februari 2026, 11:44 WIB
124
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKADi tengah ancaman perubahan iklim dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang kian kompleks, Pemkab Majalengka Jawa Barat, bergerak cepat memperkuat benteng sektor pertanian. 

Melalui penyaluran bantuan pestisida, langkah strategis ditempuh untuk menjaga produktivitas lahan sekaligus memastikan denyut ketahanan pangan daerah tetap stabil.

Program ini merupakan dukungan pemerintah pusat melalui DIPA APBN Tahun 2025 oleh Kementerian Pertanian RI yang disalurkan melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Jumat (27/2/2026). 

Bantuan tersebut menjadi sinyal kuat hadirnya pemerintah di tengah kegelisahan petani menghadapi ancaman hama yang berulang setiap musim tanam.

Penyerahan bantuan digelar di Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka. 

Di ruang yang sarat harap itu, Bupati Majalengka, H Eman Suherman, secara langsung menyerahkan bantuan kepada kelompok tani dan gabungan kelompok tani (poktan/gapoktan) se-Kabupaten Majalengka yang sebelumnya telah mengajukan permohonan.

Buffer Stock Pestisida

Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, memaparkan bahwa bantuan pestisida yang disiapkan sebagai buffer stock terdiri dari insektisida sebanyak 55.000 liter, fungisida 7.500 kilogram dan 7.500 liter, serta rodentisida sebanyak 35.000 kilogram.

Stok ini disiapkan sebagai tameng awal menghadapi serangan OPT yang dapat mengancam produksi pangan. Pada tahap penyaluran kali ini, sebanyak 115 poktan/gapoktan menerima bantuan tersebut.

Dengan rincian insektisida untuk 51 kelompok sebanyak 1.581 liter, fungisida untuk 16 kelompok sebanyak 325 kilogram, serta rodentisida untuk 48 kelompok sebanyak 1.519 kilogram.

"Angka-angka tersebut bukan sekadar statistik, melainkan napas baru bagi lahan-lahan yang selama ini bergulat dengan ancaman hama dan penyakit tanaman," ujarnya.

Menurut Gatot, bantuan ini diarahkan untuk mendukung budidaya pertanian para petani dalam menanggulangi gangguan hama, sekaligus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pertanian.

"Langkah ini menjadi strategi penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah Kabupaten Majalengka di tengah dinamika iklim yang semakin tak menentu," ucap Gatot Sulaeman.

Pemanfaatan Diimbau Tepat Sasaran

Di lokasi yang sama, Bupati H. Eman Suherman menyampaikan pesan yang sarat makna.

Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut harus disyukuri dan dimanfaatkan tepat sasaran sesuai tujuan pemerintah. Kepercayaan pemerintah pusat kepada Majalengka, tegasnya, tidak boleh disia-siakan.

"Pestisida ini harus benar-benar digunakan untuk mendukung budidaya pertanian dan menekan serangan hama di lapangan," ujar Eman Suherman kepada TIMES Indonesia.

Ia menilai, penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah pusat dalam mendorong swasembada pangan sekaligus membantu petani meningkatkan produksi hasil pertanian yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

Lebih jauh, Eman mengingatkan bahwa bantuan yang bersumber dari APBN tidak datang dengan mudah, melainkan melalui proses panjang, usaha, dan perjuangan.

Karena itu, pemanfaatannya harus dijaga secara optimal agar dampaknya benar-benar dirasakan oleh para petani di lapangan.

"Kami mengajak seluruh kelompok tani dan gapoktan penerima bantuan agar benar-benar memanfaatkan pestisida ini dengan baik," ungkapnya.

Sinergi Berkelanjutan

Ia juga mendorong instansi terkait untuk terus bersinergi melakukan pembinaan berkelanjutan kepada petani, memaksimalkan potensi pertanian, serta menangkap setiap peluang yang ada.

Harapannya, sektor pertanian Kabupaten Majalengka tidak hanya kuat menghadapi serangan OPT, tetapi juga mampu menjadi penopang utama perekonomian daerah.

Melalui penyaluran bantuan pestisida ini, Pemkab Majalengka menaruh harapan besar agar pengendalian OPT dapat berjalan lebih cepat dan efektif. 

Di balik jerih payah para petani dan dukungan kebijakan pemerintah, Majalengka berupaya memastikan bahwa setiap butir padi yang tumbuh tetap menjadi bagian dari ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.