Mulai Sibuk Jelang Lebaran, Aroma Ketupat dan Opor Hangatkan Dapur-dapur di Majalengka
TIMES Jabar/Ilustrasi dapur-dapur mulai sibuk menjelang Lebaran, aroma ketupat dan opor menghangatkan rumah. (FOTO: TIMES Indonesia AI)

Mulai Sibuk Jelang Lebaran, Aroma Ketupat dan Opor Hangatkan Dapur-dapur di Majalengka

Aroma santan, rempah-rempah, dan masakan tradisional perlahan menyebar dari dapur ke seluruh rumah, menciptakan suasana hangat yang selalu dirindukan setiap Idul Fitri.

TIMES Jabar,Kamis 19 Maret 2026, 10:32 WIB
295
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAMenyambut Hari Raya Idul Fitri, suasana desa-desa di Kabupaten Majalengka mulai dipenuhi kesibukan. Bukan hanya di pasar atau pusat perbelanjaan, tetapi juga di dapur-dapur rumah warga yang kembali hidup oleh tradisi memasak hidangan khas Lebaran.

Sejak pagi hari, banyak keluarga di Majalengka mulai menyiapkan berbagai bahan makanan untuk menyambut hari kemenangan.

Di dapur-dapur sederhana, ibu-ibu rumah tangga tampak sibuk merebus ketupat, mengolah opor ayam, hingga menyiapkan aneka kue kering yang akan disajikan saat Lebaran.

Aroma santan, rempah-rempah, dan masakan tradisional perlahan menyebar dari dapur ke seluruh rumah, menciptakan suasana hangat yang selalu dirindukan setiap Idul Fitri.

Bagi warga Majalengka, memasak hidangan Lebaran bukan sekadar rutinitas tahunan. Tradisi ini telah diwariskan turun-temurun sebagai bagian dari kebersamaan keluarga.

Siti Aminah (52), warga salah satu desa di Majalengka, mengatakan kegiatan memasak menjelang Lebaran selalu menjadi momen yang paling menyenangkan bagi keluarganya.

"Biasanya kami mulai masak dari sehari sebelum Lebaran. Ketupat, opor ayam, dan kue-kue untuk tamu harus sudah siap. Rasanya senang kalau keluarga berkumpul sambil masak bersama," ujarnya.

Di banyak rumah di Majalengka, dapur bahkan menjadi tempat berkumpul keluarga. Anak-anak membantu membungkus ketupat, sementara anggota keluarga lain menyiapkan bahan masakan.

Kesibukan ini juga semakin terasa ketika para pemudik mulai berdatangan ke kampung halaman. Kedatangan keluarga dari luar kota membuat dapur semakin ramai oleh aktivitas memasak.

Rina Kartika (30), seorang perantau asal Majalengka yang pulang kampung setiap Lebaran, mengaku selalu merindukan suasana dapur keluarga saat hari raya.

"Kalau sudah di rumah dan lihat ibu masak opor di dapur, rasanya seperti kembali ke masa kecil. Itu yang paling dirindukan saat Lebaran di Majalengka," katanya.

Selain ketupat dan opor ayam, berbagai kue kering seperti nastar dan putri salju juga mulai disiapkan untuk menyambut tamu yang datang bersilaturahmi.

Tradisi memasak bersama ini menjadi bagian penting dari suasana Lebaran di Majalengka. Dari dapur-dapur kampung itulah kebersamaan keluarga terjalin, dan kehangatan rumah terasa semakin nyata.

Ketika malam takbiran mulai menggema, hidangan Lebaran pun telah siap tersaji di meja makan. Ketupat, opor, dan aneka kue menjadi simbol kebahagiaan yang akan dinikmati bersama keluarga.

Di balik kesederhanaan dapur-dapur kampung di Majalengka, tersimpan cerita tentang tradisi, kebersamaan, dan rasa syukur yang selalu hadir setiap kali Lebaran tiba. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.