Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat memberikan kuliah umum di UNMA. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

Kepala BNN RI ke Majalengka: Alarm Bahaya Narkotika di Tengah Laju Ekonomi

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya tugas lembaganya, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

TIMES Jabar,Kamis 6 Agustus 2026, 12:18 WIB
184
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKA – Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menjadi saksi pertemuan strategis antara pemerintah daerah dan otoritas nasional dalam satu misi besar: menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika.

Di Auditorium Universitas Majalengka (UNMA), Kamis (6/8/2026), komitmen itu ditegaskan melalui kunjungan kerja Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen Pol. Suyudi Ario Seto.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial.

Ia menjadi momentum penguatan sinergi antara BNN RI, Pemerintah Kabupaten Majalengka, kalangan akademisi, hingga pemerintah desa dalam membangun benteng kolektif melawan peredaran gelap narkoba yang kian kompleks.

Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran Kepala BNN RI yang memiliki ikatan historis dengan daerah tersebut.

Komjen Pol Suyudi diketahui pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka pada 2014, sebuah kedekatan emosional yang dinilai memperkuat komitmen bersama.

Di hadapan ratusan peserta, Bupati memaparkan transformasi pesat yang tengah dialami Majalengka.

Kehadiran Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, konektivitas Tol Cisumdawu dan Cipali, akses menuju Pelabuhan Patimban, hingga pengembangan Jalur Timur Lingkar Majalengka (Jatilima) sepanjang 44 kilometer telah membuka ruang pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Bonus demografi dengan dominasi usia produktif turut menjadi modal besar pembangunan daerah. Namun, di balik akselerasi tersebut, tersimpan ancaman yang tidak kalah serius.

Data Satresnarkoba Polres Majalengka mencatat, sepanjang 2025 terdapat 61 kasus peredaran narkoba yang berhasil diungkap.

Sementara hingga pertengahan 2026, angka itu telah mencapai 36 kasus dengan berbagai jenis barang bukti, mulai dari sabu, tembakau sintetis, psikotropika, hingga obat keras terbatas.

"Ini menjadi alarm bagi kita semua. Kemajuan daerah harus dibarengi dengan kesiapsiagaan menghadapi ancaman narkoba," ujar Eman Suherman.

Pemerintah daerah, lanjutnya, akan mengedepankan pendekatan pencegahan primer dengan memperkuat kolaborasi bersama BNN RI, BNN Provinsi Jawa Barat, dan BNN Kabupaten/Kota.

Sementara itu, Kepala BNN RI Komjen Pol. Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa perang melawan narkotika bukan hanya tugas lembaganya, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

"Perang melawan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama. Kemajuan ekonomi dan infrastruktur tidak akan berarti jika generasi muda kehilangan kesehatan, karakter, dan produktivitas," tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa jaringan narkotika saat ini berkembang semakin adaptif dan terorganisir. Modus operandi tidak lagi konvensional, melainkan memanfaatkan teknologi digital, media sosial, sistem keuangan modern, hingga jalur logistik legal.

Mengutip World Drug Report, lebih dari 331 juta orang di dunia tercatat terpapar narkoba. Di Indonesia, prevalensi penyalahgunaan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan dominasi kelompok usia produktif, khususnya 15 hingga 24 tahun.

"Kondisi tersebut menempatkan generasi muda sebagai kelompok paling rentan sekaligus garda terdepan dalam upaya pencegahan," ungkap Komjen Pol Suyudi Ario Seto.

BNN RI pun mengajak mahasiswa dan masyarakat Majalengka untuk mengambil peran aktif sebagai agen perubahan. Keterlibatan kampus, tokoh masyarakat, hingga pemerintah desa dinilai krusial dalam menciptakan lingkungan yang tangguh terhadap infiltrasi narkotika.

Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu mewujudkan Majalengka sebagai wilayah 'Bersinar' (Bersih dari Narkoba), sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045.

Di penghujung kegiatan, suasana auditorium mencair ketika Kepala BNN RI membagikan hadiah sepeda gunung dan doorprize kepada mahasiswa dan pelajar yang mampu menjawab pertanyaan.

Momen tersebut menjadi simbol pendekatan humanis dalam menyampaikan pesan serius: bahwa perang melawan narkoba dimulai dari kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan bersama.

Di tengah derasnya arus globalisasi dan kemajuan teknologi, Majalengka kini tidak hanya dituntut tumbuh secara ekonomi, tetapi juga tangguh dalam menjaga masa depan generasinya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.