Bupati Pangandaran Minta APDESI Merah Putih Jadi Penghubung Aspirasi 93 Desa di Pangandaran
Kegiatan muscab APDESI Kabupaten Pangandaran. (FOTO : Acep Rifki Padilah/TIMES Indonesia)

Bupati Pangandaran Minta APDESI Merah Putih Jadi Penghubung Aspirasi 93 Desa di Pangandaran

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami meminta kepengurusan baru APDESI Merah Putih aktif menyerap persoalan desa dan memperkuat komunikasi antara kepala desa dengan pemerintah daerah.

TIMES Jabar,Rabu 9 September 2026, 09:41 WIB
327
A
Acep Rifki Padilah

PANGANDARANBupati Pangandaran Citra Pitriyami meminta kepengurusan baru DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pangandaran tidak sekadar menjalankan roda organisasi, tetapi aktif menyerap dan memperjuangkan berbagai persoalan yang dihadapi pemerintah desa.

Pesan tersebut disampaikan Citra setelah menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) III DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pangandaran di Aula Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, Selasa (8/9/2026).

Dalam Muscab tersebut, Dedi Hermawan terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Pangandaran periode 2026–2031.

Citra mengatakan, keberadaan APDESI memiliki posisi penting karena menjadi wadah komunikasi dan konsolidasi para kepala desa. Melalui organisasi tersebut, berbagai persoalan yang muncul di tingkat desa diharapkan dapat disampaikan kepada pemerintah daerah.

"Harapan saya tentu APDESI kedepan, dengan kepengurusan yang baru, lebih aktif, lebih proaktif untuk masyarakat. Juga menjadi wadah seluruh kepala desa untuk berkomunikasi, menyampaikan apa yang menjadi permasalahan di desa," kata Citra.

Menurutnya, pemerintah desa merupakan unsur pemerintahan yang paling dekat dengan masyarakat. Kondisi tersebut membuat kepala desa memiliki peran penting dalam mengetahui berbagai persoalan warga sejak dari tingkat paling bawah.

"Karena di desa itu kan permasalahan desa, permasalahan masyarakat. Desa itu paling dekat dengan masyarakat," ujarnya.

Citra menilai pembangunan Kabupaten Pangandaran harus dimulai dari penguatan desa. Ketika pembangunan dan pelayanan di desa berjalan baik, perkembangan tersebut akan memberikan dampak terhadap kemajuan daerah secara keseluruhan.

"Karena kemajuan daerah itu dari desa, jadi kemajuan desa dulu, baru kemajuan daerah. APDESI itu harus memang berperan aktif terhadap masyarakat," paparnya.

Ia pun berharap kepengurusan baru APDESI Merah Putih dapat menjalankan fungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Pangandaran.

"Mudah-mudahan APDESI ke depannya semakin aktif, mampu menjadi wadah komunikasi, konsolidasi seluruh kepala desa, dan menjadi jembatan komunikasi antara kepala desa dengan pemerintah," tuturnya.

Dedi Siapkan Konsolidasi 93 Desa

Sementara itu, Ketua DPC APDESI Merah Putih Pangandaran terpilih, Dedi Hermawan, menyatakan akan mengawali kepemimpinannya dengan melakukan konsolidasi bersama para kepala desa.

Dedi menyadari amanah memimpin organisasi yang menaungi 93 desa tersebut tidak dapat dijalankan seorang diri. Karena itu, ia akan terlebih dahulu mendengar masukan dari para kepala desa dan jajaran pengurus sebelum menentukan arah organisasi selama lima tahun mendatang.

"Ke depan 93 desa ini mau dibawa ke mana? Tentunya saya tidak bisa sendirian. Saya sesuai dengan apa yang diharapkan oleh teman-teman, saya tetap akan berusaha. Karena waktu ini di depan saya mau bicara dulu dengan rekan-rekan," ujar Dedi.

Ia mengatakan, berbagai program positif yang telah dijalankan kepengurusan sebelumnya akan tetap menjadi bahan pertimbangan. Evaluasi juga akan dilakukan untuk melihat berbagai hal yang masih perlu diperbaiki.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah pemenuhan kebutuhan desa serta kesejahteraan kepala desa dan perangkat desa.

"PR ke depan apa yang tadi dibicarakan oleh Ketum, kita tahu, tentang pemenuhan desa, tentang kesejahteraan para perangkat dan kepala desa," katanya.

Menurut Dedi, perhatian terhadap kesejahteraan tidak hanya menyangkut kepala desa dan perangkat desa, tetapi juga unsur lain dalam pemerintahan desa, termasuk Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Ia berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi dan pemangku kepentingan lainnya dapat memberikan dukungan melalui kebijakan yang mampu membantu kepala desa dan perangkatnya menjalankan tugas pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Dedi menegaskan, konsolidasi menjadi langkah awal yang akan dilakukan kepengurusan baru. Aspirasi dari 93 desa akan dihimpun untuk kemudian menjadi bahan dalam menyusun target dan program kerja DPC APDESI Merah Putih Pangandaran periode 2026–2031.

Dengan demikian, kepengurusan baru diharapkan tidak hanya menjadi wadah organisasi kepala desa, tetapi juga mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan Kabupaten Pangandaran. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Hendarmono Al Sidarto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jabar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.