Siapkan 120 Tenaga Kerja Siap Pakai, BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026
BAZNAS Majalengka luncurkan beasiswa Vokasi 2026. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

Siapkan 120 Tenaga Kerja Siap Pakai, BAZNAS Majalengka Luncurkan Beasiswa Vokasi 2026

BAZNAS Majalengka mengatakan, program vokasi merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat agar memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan.

TIMES Jabar,Senin 7 September 2026, 15:22 WIB
2K
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKAPengelolaan zakat di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mulai diarahkan lebih jauh dari sekadar bantuan sosial. 

Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS Majalengka meluncurkan Program Beasiswa Vokasi 2026 yang menyasar 120 mustahik untuk dibekali keterampilan sekaligus diarahkan memasuki dunia kerja.

Program tersebut diluncurkan di Balai Latihan Kerja (BLK) Cakraningrat, Cikasarung, Majalengka, Senin (7/9/2026).

Peluncuran dihadiri Bupati Majalengka Eman Suherman, Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana, jajaran Forkopimda, Dinas K2UKM, KADIN, Forum HRD, hingga perwakilan dunia industri.

Ketua BAZNAS Kabupaten Majalengka H. Agus Asri Sabana mengatakan, program vokasi merupakan bentuk transformasi penyaluran zakat agar memberikan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Menurut Agus, 120 peserta dibagi dalam dua gelombang. Sebanyak 60 peserta pada gelombang pertama menjalani pelatihan selama satu minggu dengan dukungan PT Shoetown Indonesia sebagai offtaker atau mitra penyalur tenaga kerja.

Peserta gelombang berikutnya juga akan diarahkan bekerja di Grup Shoetown.

"Jadi bukan hanya diberikan pelatihan, tetapi setelah selesai mereka sudah diarahkan kepada dunia kerja. Ini yang menjadi kekuatan dari program vokasi," ujar Agus.

Setiap peserta memperoleh dukungan program sebesar Rp980.000. Dengan total 120 peserta, anggaran yang disalurkan BAZNAS mencapai Rp117,6 juta.

Agus menegaskan, tujuan utama program tersebut bukan sekadar meningkatkan keterampilan, melainkan mengubah posisi mustahik agar secara bertahap mampu mandiri secara ekonomi.

"Kita ingin bagaimana mustahik ini tidak selamanya menjadi penerima. Dengan keterampilan dan pekerjaan yang mereka dapatkan, mudah-mudahan ke depan mereka bisa mandiri, bahkan bisa menjadi muzakki," katanya.

Sejalan dengan Program Mata Hati

Bupati Majalengka, H Eman Suherman menyambut positif program tersebut. Ia menilai pendekatan vokasi memiliki nilai strategis karena menghubungkan bantuan sosial dengan kebutuhan tenaga kerja industri.

"Ini sangat luar biasa karena BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan yang sifatnya konsumtif, tetapi memberikan bekal keterampilan supaya masyarakat bisa bekerja dan memiliki penghasilan," kata Eman Suherman.

Menurutnya, program tersebut sejalan dengan Mata Hati (Masyarakat Cepat Kerja) yang menjadi salah satu arah program Pemerintah Kabupaten Majalengka dalam memperluas akses pekerjaan bagi masyarakat lokal.

"Kita ingin masyarakat Majalengka mendapatkan kesempatan kerja, khususnya mereka yang memang membutuhkan dan memiliki kemauan untuk bekerja," ujarnya.

Bupati Eman juga mengapresiasi keterlibatan perusahaan dan Forum HRD dalam membuka akses bagi peserta pelatihan menuju dunia industri.

Ia berharap pola kolaborasi BAZNAS, pemerintah, lembaga pelatihan, dan perusahaan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat Majalengka memperoleh keterampilan yang sesuai kebutuhan pasar kerja.

Dari Mustahik Menuju Kemandirian

Bagi peserta, program tersebut bukan sekadar pelatihan. Elsa Damayanti, salah seorang penerima Beasiswa Vokasi BAZNAS, menyebut kesempatan itu sebagai pintu untuk memperoleh keterampilan sekaligus peluang kerja.

"Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ikut program ini. Dengan adanya pelatihan ini saya bisa mendapatkan keterampilan sekaligus kesempatan untuk bekerja," ujar Elsa.

Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat membantunya mendapatkan pekerjaan dan ikut menopang perekonomian keluarga.

Program Beasiswa Vokasi BAZNAS Majalengka 2026 menjadi salah satu contoh bagaimana zakat produktif dapat diarahkan untuk menjawab persoalan ketenagakerjaan.

Bantuan tidak berhenti pada pemberian dana, tetapi dikonversi menjadi keterampilan, akses industri, dan peluang memperoleh penghasilan.

Dengan melibatkan pemerintah daerah dan dunia usaha, program ini diharapkan mampu mencetak tenaga kerja lokal yang kompeten sekaligus mendorong mustahik naik kelas menuju kemandirian ekonomi.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat visi Majalengka 'Langkung SAE", dengan membangun masyarakat yang tidak hanya menerima bantuan, tetapi memiliki kemampuan untuk bekerja, berpenghasilan, dan pada akhirnya berkontribusi sebagai pemberi zakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jabar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.