Pramuka Majalengka Gaungkan Gerakan Kolaboratif Lewat Penguatan Sinergi Media
Kegiatan ini bukan sekadar temu ramah, melainkan ruang strategis untuk merajut sinergi antara organisasi kepanduan dan insan pers.
MAJALENGKA – Di tengah arus deras transformasi digital yang mengubah wajah informasi, Gerakan Pramuka Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, memilih memperkuat satu hal yang tak lekang oleh zaman: kolaborasi dan kepercayaan publik.
Momentum itu tergambar dalam media gathering yang digelar Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Majalengka sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 tahun 2026 di Saung Eurih, Minggu (9/8/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar temu ramah, melainkan ruang strategis untuk merajut sinergi antara organisasi kepanduan dan insan pers.
Wakil Ketua Bidang Humas dan Informatika Kwarcab Pramuka Majalengka, Indra Budhiman, menegaskan bahwa peran media menjadi kunci dalam memperluas dampak gerakan.
"Media gathering ini menjadi bagian dari kolaborasi sekaligus sarana sosialisasi rangkaian kegiatan Hari Pramuka ke-65," ujarnya.
Di era disrupsi yang ditandai pergeseran dari media konvensional ke platform digital, tantangan penyebaran informasi kian kompleks.
Sekretaris Kwarcab Pramuka Majalengka, Adam Suhara, menilai perubahan tersebut tidak hanya memengaruhi pola konsumsi informasi, tetapi juga membentuk cara pandang masyarakat secara luas.
Menurutnya, di tengah maraknya media sosial, keberadaan media mainstream tetap menjadi pilar penting dalam menjaga akurasi dan kredibilitas informasi.
"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan informasi yang benar dan terverifikasi, serta melawan hoaks," tegasnya.
Adam juga mengingatkan bahwa setiap aksi kolaboratif akan kehilangan makna jika tidak dipublikasikan secara luas. Dalam konteks itu, publikasi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari upaya inspiratif bagi masyarakat.
Secara kinerja organisasi, Kwarcab Pramuka Majalengka terus menunjukkan konsistensi. Dalam lima tahun terakhir, tata kelola program hingga pelaporan dana hibah dinilai menjadi percontohan.
Prestasi itu diperkuat dengan capaian peringkat ketiga Kwarcab Tergiat tingkat Jawa Barat pada tahun sebelumnya. Memasuki peringatan Hari Pramuka ke-65, berbagai program strategis disiapkan.
Selain keikutsertaan dalam Jambore Nasional (Jamnas), Kwarcab Majalengka juga menggulirkan program sosial Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) yang menyasar 26 kecamatan, serta kegiatan donor darah dan aksi sosial lainnya.
Di bidang pembinaan generasi muda, sebanyak 32 anggota Pramuka Majalengka akan diberangkatkan mengikuti Jamnas di Cibubur, Jakarta Timur.
Sementara itu, Wakil Ketua Bina Muda, Agus Koswara, menyebut antusiasme peserta terus meningkat, termasuk dalam program Pramuka Garuda yang kini menjadi salah satu jalur prestasi strategis bagi pelajar.
"Prosesnya sangat selektif dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi peserta," ungkapnya.
Selain itu, kegiatan Lomba Tingkat kembali digelar sebagai ajang kompetisi berjenjang yang sebelumnya berhasil mengantarkan Majalengka meraih posisi kedua di tingkat Jawa Barat.
Sementara itu, Ketua Panitia Hari Pramuka ke-65, Amir Mumin, menegaskan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema besar swasembada pangan sebagai bagian dari kontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Rangkaian kegiatan pun disusun komprehensif, mulai dari pelatihan administrasi website dan media sosial bagi Kwartir Ranting (Kwaran), donor darah, hingga pendidikan antikorupsi yang melibatkan Inspektorat daerah
Program Ita Jamnas juga dibagi dalam tiga zona wilayah: utara, tengah, dan selatan. Tak hanya berhenti di tingkat cabang dan ranting, kegiatan Pramuka juga digerakkan hingga ke Gugus Depan.
Aksi nyata seperti penanaman pohon, lomba menulis berita, hingga reportase menjadi bagian dari upaya membangun karakter sekaligus literasi generasi muda.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat diakses masyarakat melalui platform digital resmi Kwarcab Pramuka Majalengka, sebagai wujud keterbukaan informasi dan adaptasi terhadap perkembangan zaman.
Di tengah perubahan lanskap komunikasi, Pramuka Majalengka menunjukkan bahwa nilai-nilai kedisiplinan, pengabdian, dan kolaborasi tetap relevan, bahkan semakin penting untuk menjawab tantangan masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

