Sejumlah personel pemadam kebakaran saat mengamati lokasi gudang rongsok yang terbakar, Selasa (4/8/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Api Melahap Gudang Rongsokan Dekat Jalur SUTET di Kota Tasikmalaya, Listrik Sempat Dipadamkan

Besarnya kobaran api juga membuat petugas harus bekerja ekstra lantaran gudang dipenuhi material yang sangat mudah terbakar seperti kardus, plastik, hingga berbagai limbah rongsokan lainnya.

TIMES Jabar,Selasa 4 Agustus 2026, 22:32 WIB
250
H
Harniwan Obech

TASIKMALAYA

Kebakaran hebat melanda sebuah gudang rongsokan di Kampung Sambong PLN, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Selasa (4/8/2026) petang.

Kobaran api yang begitu cepat membesar melahap bangunan gudang beserta tumpukan material rongsokan di dalamnya, sementara kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dan terlihat dari berbagai sudut Kota Tasikmalaya.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 17.40 WIB itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Ratusan warga berhamburan keluar rumah dan memadati area sekitar lokasi untuk menyaksikan proses pemadaman yang berlangsung dramatis. 

Besarnya kobaran api juga membuat petugas harus bekerja ekstra lantaran gudang dipenuhi material yang sangat mudah terbakar seperti kardus, plastik, hingga berbagai limbah rongsokan lainnya.

Suasana di sekitar lokasi berubah mencekam ketika api terus membesar. Beberapa kali terdengar suara letupan dari dalam gudang yang diduga berasal dari material yang ikut terbakar.

Jeje Sudrajat (55), salah seorang warga, mengaku mengetahui peristiwa tersebut sesaat setelah pertandingan Persib Bandung berakhir.

"Saya baru lagi beres-beres, saudara saya Dani ngasih kabar gudang rongsok Amay kebakaran, persis setelah beres pertandingan Persib," ungkap Jeje kepada TIMES Indonesia, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, saat tiba di lokasi kobaran api sudah membesar sehingga warga hanya bisa membantu mengamankan area sekitar sambil menunggu petugas pemadam kebakaran datang.

Material Mudah Terbakar Membuat Api Cepat Membesar

Warga lainnya, Ajeng Mutiara (23), mengatakan isi gudang didominasi barang bekas yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat menguasai hampir seluruh bangunan.

"Iya pak gudang rongsokan kebakaran, kebanyakan isinya barang yang mudah terbakar seperti kardus, barang plastik dan barang rongsok lainnya," katanya.

Kondisi tersebut membuat petugas kesulitan memadamkan api. Selain banyaknya bahan bakar, tumpukan barang di dalam gudang juga mempercepat rambatan api ke seluruh bagian bangunan.

Asap hitam pekat terus membumbung tinggi hingga menjelang malam. Bahkan, dari sejumlah wilayah di Kota Tasikmalaya, kepulan asap masih terlihat jelas.

Ikeu Sri Mulyanti (30) mengaku mengetahui kejadian itu dari grup WhatsApp keluarganya. Kebetulan, salah seorang saudaranya bekerja di Rumah Potong Ayam (RPA) CV Sukahati yang lokasinya bersebelahan dengan gudang tersebut.

"Itu ada informasi dari postingan dari grup WA. Karena saudara saya kerja di pemotongan ayam RPA CV Sukahati yang bersebelahan dengan gudang rongsok. Pas saya ke sini apinya memang sudah besar," ujarnya.

Ia juga mendengar informasi adanya kendaraan yang ikut terbakar di dalam gudang. Namun, informasi tersebut saat itu masih belum dapat dipastikan karena seluruh bangunan dalam kondisi terkunci ketika kebakaran terjadi.

"Katanya sih ada mobil yang ikut terbakar. Tapi belum tahu pastinya berapa, yang jelas ada mobil yang suka dipakai ngangkut rongsok hangus di dalam gudang. Karena posisinya sudah terkunci," terangnya.

Besarnya kebakaran membuat kepulan asap hitam terlihat dari kejauhan. Ilyas M. Kahendra, warga asal Selaawi Paseh, Kecamatan Cihideung, mengaku melihat asap membubung tinggi sebelum azan Magrib.

"Kelihatan jelas banget asapnya. Karena penasaran saya sama teman, langsung lihat ke sini," katanya.

Semakin malam, lokasi kebakaran dipenuhi warga yang ingin mengetahui perkembangan proses pemadaman. Aparat kepolisian pun memasang garis pembatas agar masyarakat tidak terlalu mendekati lokasi yang dinilai berbahaya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menjelaskan pihaknya menerjunkan tujuh unit armada pemadam kebakaran bersama sekitar 30 personel gabungan.

Petugas berjibaku selama lebih dari dua jam untuk mengendalikan kobaran api sebelum akhirnya berhasil melokalisasi kebakaran.

"Alhamdulillah, kejadian hari ini dapat ditangani. Kurang lebih ada 30 personel petugas gabungan dan sekarang pendinginan," kata Budi.

Menurutnya, proses pemadaman berlangsung cukup sulit karena material di dalam gudang sangat mudah terbakar dan api terus menyala di sejumlah titik.

Budi mengungkapkan lokasi gudang berada tidak jauh dari jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang menjadi salah satu jalur penyalur listrik di wilayah Jawa Barat.

Untuk menghindari risiko yang lebih besar terhadap keselamatan petugas maupun masyarakat, PLN melakukan penghentian sementara aliran listrik di kawasan tersebut selama proses pemadaman berlangsung.

"Mudah-mudahan tidak ada hal yang pengaruh lain, karena listrik ini suplay untuk wilayah Jawa Barat. Tadi juga PLN sudah memeriksa," jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk mitigasi mengingat penggunaan air bertekanan tinggi di sekitar instalasi listrik bertegangan tinggi memiliki tingkat risiko yang besar.

Tak Ada Korban Jiwa, Personel Damkar Sempat Alami Masalah

Di tengah proses pemadaman, dua anggota pemadam kebakaran sempat mendapatkan penanganan medis.

Satu petugas mengalami sesak napas akibat menghirup kepulan asap tebal, sedangkan seorang lainnya mengalami luka karena terkena pecahan kaca.

"Satu sesak nafas karena kepulan asap dan kelelahan, satunya lagi terluka terkena pecahan kaca," ujar Budi.

Meski demikian, keduanya dapat segera ditangani sehingga proses pemadaman tetap berjalan hingga api berhasil dikendalikan.

BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun sebagian bangunan gudang mengalami kerusakan berat. Atap gudang ambruk akibat panas yang sangat tinggi dan sebuah kendaraan operasional pengangkut rongsokan dipastikan ikut hangus terbakar.

"Tidak ada korban jiwa, memang ada atap yang ambruk dan mobil di gudang yang terbakar. Untuk kerugian material masih dihitung, belum bisa kami pastikan," kata Budi.

Dugaan sementara, penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik di dalam gudang. Meski demikian, penyelidikan lebih lanjut masih dilakukan aparat kepolisian untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Hingga sekitar pukul 21.00 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan guna memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan. 

Personel dari Polres Tasikmalaya Kota juga tetap berjaga di lokasi untuk mengamankan area sekaligus membantu proses penyelidikan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Harniwan Obech
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.