BPBD Ciamis Catat 114 Rumah Warga Rusak Akibat Cuaca Ekstrem di 7 Kecamatan
Bantuan logistik mendesak seperti sembako telah disalurkan untuk meringankan beban warga.
CIAMIS – Langit di Kabupaten Ciamis sedang tidak menentu. Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang menerjang pada Rabu (4/3/2026) lalu meninggalkan jejak pilu bagi ratusan warga. Berdasarkan data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ciamis, tercatat sebanyak 114 rumah warga mengalami kerusakan yang tersebar di tujuh kecamatan dan 23 desa.
Bagi warga, rumah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat bernaung yang kini kondisinya mengkhawatirkan. Hasil asesmen tim di lapangan menunjukkan rincian yang cukup masif, 112 rumah rusak ringan, satu rumah rusak sedang, dan satu rumah lagi mengalami rusak berat. Tak hanya hunian, fasilitas publik pun tak luput dari amukan alam. Sebanyak 14 fasilitas umum, mulai dari sekolah, sarana ibadah, hingga tempat usaha, turut terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Langkah selanjutnya adalah memastikan warga bisa kembali menempati rumah mereka dengan perasaan aman dan nyaman.
"Ya (penanganan selanjutnya) dikoordinasikan dengan dinas terkait," ujar Ani Supiani saat memberikan keterangan di Ciamis, Minggu,(8/3/2026).
Ani menceritakan bagaimana kerusakan itu terjadi. Sebagian besar rumah rusak akibat tertimpa pohon tumbang yang tak kuasa menahan terpaan angin, sementara yang lainnya rusak karena sapuan angin kencang dan intensitas hujan yang tinggi. Meski puing-puing dan pohon tumbang sudah mulai dibersihkan oleh tim gabungan, perbaikan struktur bangunan rumah memang masih dalam proses koordinasi.
"Pohon yang tumbang sudah dilakukan penanganan, kerusakan rumah belum dilakukan perbaikan," tambahnya.
Di tengah masa sulit ini, bantuan logistik mendesak seperti sembako telah disalurkan untuk meringankan beban warga. BPBD pun terus bersiaga penuh, mengingat ancaman bencana hidrometeorologi diprediksi masih akan membayangi hingga bulan depan.
"Kita masih status siap siaga bencana hidrometeorologi sampai April 2026," pungkas Ani, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada di tengah ketidakpastian cuaca.
Kini, harapan warga bergantung pada koordinasi cepat antarinstansi agar atap-atap yang bocor dan dinding yang retak bisa segera pulih, mengembalikan kehangatan di rumah mereka masing-masing. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




