Elsa Rosmiati, Dari Parlemen Jalanan hingga Pimpin Gerbong Banteng di Pangatikan Garut
TIMES Jabar/Elsa Rosmiati (Foto: Dok.Pribadi)

Elsa Rosmiati, Dari Parlemen Jalanan hingga Pimpin Gerbong Banteng di Pangatikan Garut

Perjalanannya adalah proses panjang yang bermula dari keresahan seorang aktivis sosial hingga dipercaya menjadi Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Pangatikan Garut.

TIMES Jabar,Minggu 15 Februari 2026, 21:00 WIB
2.8K
A
Adis Cahyana

GARUTDalam peta politik Kabupaten Garut, nama Elsa Rosmiati muncul sebagai representasi politisi perempuan yang tumbuh dari rahim pergerakan.

Perjalanannya bukan hasil instan, ia adalah proses panjang yang bermula dari keresahan seorang aktivis sosial hingga akhirnya dipercaya memegang tongkat komando sebagai Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Pangatikan.

Sebelum akrab dengan struktur partai, Elsa dikenal luas sebagai sosok yang aktif berorganisasi, sehingga secara tidak langsung membentuk pola pikirnya bahwa perubahan sosial harus dibarengi dengan kemandirian ekonomi.

Di lapangan, Elsa sering terlihat turun langsung mengadvokasi hak-hak perempuan dan anak di pelosok Garut. Baginya, aktivisme adalah jembatan untuk memahami denyut nadi masyarakat paling bawah.

Keresahannya terhadap keterwakilan perempuan yang hanya dianggap 'hiasan' politik membawanya pada kesimpulan untuk mengubah sistem, ia harus masuk ke dalam sistem.

Pilihan Elsa jatuh pada PDI Perjuangan. Ideologi partai yang berpihak pada 'wong cilik' dirasa paling selaras dengan jiwa aktivismenya. Kariernya di internal partai melesat bukan karena kedekatan elite, melainkan militansi yang ia tunjukkan di akar rumput.

Sebagai Ketua PAC Pangatikan, Elsa melakukan reposisi peran partai di tingkat kecamatan. Ia tidak ingin PAC hanya menjadi mesin pemenangan saat Pemilu, melainkan rumah aspirasi yang aktif sepanjang tahun.

Salah satu poin paling tajam, ia menegaskan bahwa perempuan harus menjadi subjek kebijakan.

"Karier politik saya adalah perpanjangan tangan dari aktivisme saya. Di PDI Perjuangan, saya punya ruang untuk memastikan suara perempuan Pangatikan tidak hanya didengar, tapi dieksekusi dalam kebijakan nyata," tegasnya.

Menurutnya, kekuatan utama PDI Perjuangan bukan terletak pada gedung-gedung megah di kota, melainkan pada ketukan pintu dan jabat tangan di setiap rumah warga.

"Konsolidasi kita tidak boleh berhenti di tingkat kecamatan. Kita akan memperkuat struktur hingga tingkat Anak Ranting di tiap RW," ujar Elsa dengan penuh keyakinan.

Ia menambahkan bahwa Anak Ranting adalah ujung tombak yang paling memahami realitas sosial di lapangan. 

"Mereka adalah mata dan telinga partai. Saya instruksikan seluruh kader untuk tidak hanya sekadar memasang atribut, tapi hadir menjadi solusi atas permasalahan warga di sekitarnya," ujar Elsa.

"Dengan struktur yang solid hingga akar rumput, kita pastikan gerbong Banteng di Pangatikan bergerak dalam satu rampak barisan yang tak tergoyahkan untuk memenangkan hati rakyat," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Adis Cahyana
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.