Suarakan 'Bahari Berdaya', Dian Nadila Tunjukkan Kepedulian pada Ekosistem Laut
Diana melihat potensi besar pada pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang lebih ringan serta mudah diterima.
BANDUNG – Langkah kaki gadis cantik bernama lengkap Dian Nadila terasa mantap saat menyuarakan perihal pentingnya keberlanjutan ekosistem laut.
Perempuan berusia 22 tahun asal Kota Bandung ini meyakini bahwa menjaga wilayah perairan bukan sekadar tugas masyarakat pesisir, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, sosok yang akrab dipanggil Diana ini tumbuh menjadi pribadi yang dinamis dan peduli terhadap isu-isu sosial serta lingkungan di sekitarnya.
Mahasiswi program studi S1 Ilmu Komunikasi di Universitas Indonesia Membangun tersebut membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk berkarya.
Di tengah kesibukan akademisnya tersebut, Diana juga menorehkan prestasi membanggakan dengan menyandang gelar sebagai Putri Lingkungan Jawa Barat 2026.
Tidak hanya berprestasi di bidang pemuda dan lingkungan, ia juga memiliki pengalaman kerja sebagai pengusaha muda yang membangun dan mengelola usahanya sendiri bernama Cheezy Coin.
Ragam aktivitas harian, kegiatan sosial, hingga gagasan penyadaran lingkungan aktif ia bagikan melalui akun media sosial Instagram pribadinya di @diannaandll.
Dalam hal ini lewat platform digital tersebut, lebih lanjut Diana merajut interaksi dengan publik sekaligus menyebarkan pesan positif secara konsisten.
"Pendekatan kreatif di media sosial saya akui menjadi sarana efektif untuk menjangkau audiens yang lebih luas, terutama dari kalangan generasi muda," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (28/8/2026).
Gagasan Bahari Berdaya dan Ekosistem Laut
"Fokus utama perjuangan saya tertuang dalam advokasi bertajuk Bahari Berdaya, Laut Sehat, Generasi Kuat," ungkapnya.
Gagasan ini berlandaskan pemikiran bahwa laut memegang peranan krusial bagi kehidupan manusia, mulai dari penopang sektor ekonomi, penyedia pangan, hingga penentu kualitas kesehatan masa depan generasi mendatang.
Secara khusus Diana melihat potensi besar pada pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk menyampaikan pesan lingkungan dengan cara yang lebih ringan serta mudah diterima.
Namun, perjalanan mengampanyekan isu ini bukan tanpa kendala. Diana mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah mematahkan stereotip masyarakat daratan.
"Masih ada anggapan bahwa isu kelautan hanya menjadi tanggung jawab masyarakat yang tinggal di daerah pesisir, padahal apa yang kita lakukan di daratan juga dapat memberikan dampak terhadap laut," ucap Diana menjelaskan situasinya.
Keberhasilan dan keberaniannya dalam mengambil setiap kesempatan tidak lepas dari dorongan lingkungan terdekatnya. Ia menegaskan bahwa doa, semangat, dan kepercayaan penuh dari orang tua menjadi fondasi terpenting dalam kariernya.
Selain itu dukungan dari rekan-rekan sebaya serta berbagai pihak yang memberikan ruang berkespresi turut memperkuat langkahnya untuk terus menyuarakan isu kelautan.
Harapan untuk Gerakan Berkelanjutan
Kemudian lebih jauh Diana berharap banyak gelar Putri Lingkungan Jawa Barat 2026 yang disandangnya tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi semata.
"Saya ingin advokasi ini dapat terus berkembang menjadi sebuah gerakan yang melibatkan lebih banyak generasi muda, komunitas, sekolah, pelaku usaha, pemerintah, maupun berbagai pihak lainnya," ucapnya penuh optimisme.
Melalui konsistensi dan kolaborasi lintas sektor, Diana ingin memastikan bahwa gerakan Bahari Berdaya terus hidup dan memberi dampak nyata bagi masyarakat luas.
Perjuangannya menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap bumi harus dimulai dari sekarang demi menjaga masa depan generasi yang akan datang. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

