Kisah Gedung Juang Majalengka yang Dulunya Kantor Asisten Residen Kolonial Belanda
Gedung Juang Majalengka. (FOTO: Hendri Firmansyah/TIMES Indonesia)

Kisah Gedung Juang Majalengka yang Dulunya Kantor Asisten Residen Kolonial Belanda

Gedung Juang merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang menjadi saksi bisu zaman kolonial Belanda tempo dulu. ... ...

TIMES Jabar,Jumat 3 Maret 2023, 14:52 WIB
157.4K
H
Hendri Firmansyah

MAJALENGKAGedung Juang merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang menjadi saksi bisu zaman kolonial Belanda tempo dulu.

Bangunan itu hingga kini masih berdiri dan bisa dijumpai. Lokasinya berada di pusat kota, tepatnya bersebelahan dengan gedung DPRD atau di depan sebelah utara Alun-alun Majalengka.

article

Menurut Nana Rohmana, salah seorang penelusur sejarah grup Madjalengka Baheula (Grumala), bahwa gedung juang tersebut dahulunya merupakan sebuah bangunan kantor untuk Asisten Residen. 

"Dibangun pada tahun 1860 pada saat pembentukan Afdweling yang berfungsi untuk pemantauan daerah Majalengka kota dan sekitarnya," kata Nana Rohmana, Jumat (3/3/2023).

Pertama kali orang Belanda yang bertugas sebagai Asisten Residen di gedung ini adalah MeneerJ.J Meider dan Residen Cirebon saat itu adalah Meneer H. Klein Van der Poll dan kala itu Bupati Majalengka dijabat oleh Kanjeng Bupati RAA Bahudenda.

article

Selain JJ Meider, kata dia, ada beberapa orang Belanda lainnya juga yang berdinas di kantor Asisten Residen itu. Di antaranya adalah Wijmallen, Van Der Boer dan M Scheltemma.

"Pada tahun 1920-an sempat terjadi kekosongan Asisten Residen Majalengka, sebab waktu itu Majalengka digabung dengan Afdelling Indramayu," ujar pria yang akrab disapa Kang Naro ini.

Kemudian tahun 1930, M Scheltemma kembali ditugaskan Asisten Residen di Majalengka dengan dibantu oleh satu atau dua orang Patih Afdelling. Patih yang paling lama bertugas di masa itu adalah Raden Mas Rangga Djajoesman.

Kantor dinasnya di sebelah timur kantor Asisten Residen yang kini lokasinya dekat pom bensin yang berada di pusat kota. Sedangkan rumah dinasnya sendiri terletak di sebuah lahan yang dulu pernah jadikan bioskop Galaxy Theatre yang kini menjadi tanah kosong.

Pada pendudukan Jepang sampai agresi militer 1 dan 2 telah terjadi beberapa kali penggantian kedudukan kantor. Mulai dari Komite Nasional Indonesia Daerah (KNID), ketika menuju kemerdekaan tahun 1945. Lalu Komando Militer Daerah (KMD) hingga Kodim 314 yang kemudian pindah ke daerah Tonjong menjadi Kodim 0617.

"Sekarang gedung Asisten Residen menjadi Gedung Juang dimanfaatkan sebagai markas PEPABRI dan FKPPI Majalengka," tutur Kang Naro.

Pun Ketua PEPABRI Majalengka mengizinkan Divisi Sejarah dari Dewan Kesenian dan Kebudayaan Majalengka (DEKKMA), yaitu GRUMALA untuk berkantor di salah satu ruangan sekaligus merawat dan menjaga kelestarian Gedung Juang yang menyimpan nilai sejarah Kabupaten Majalengka tersebut. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Hendri Firmansyah
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.