TIMES JABAR, CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur secara resmi telah menetapkan gedung Pendopo sebagai salah satu bangunan cagar budaya yang dilindungi di wilayah tersebut.
Melansir dari akun media sosial Instagram @disbudpar.cianjur struktur ikonik ini bukan sekadar pusat administrasi, melainkan monumen hidup yang merekam jejak panjang kepemimpinan di Cianjur dari masa ke masa.
Letaknya yang strategis menghadap langsung ke arah utara menuju kawasan alun alun memberikan akses yang sangat mudah bagi masyarakat yang ingin menikmati kemegahannya dari sisi depan.
Menilik dari catatan sejarah, bangunan megah ini diketahui sudah berdiri sejak awal abad ke 19 dan menjadi tonggak dimulainya sistem pemerintahan modern pertama di zaman kolonial.
Pada tahun 1829, kompleks ini berfungsi sebagai kediaman resmi bupati yang dihiasi dengan berbagai ukiran kayu berlapis emas serta ornamen pintu Srimenganti yang sangat mewah. Namun, kejayaan fisik bangunan asli tersebut sempat terhenti saat gempa bumi besar meluluhlantakkan wilayah Cianjur pada tahun 1879.
Dalam proses rekonstruksi pasca gempa, struktur pendopo pada bagian depan mulai ditambahkan hingga menciptakan wajah arsitektur yang sangat ikonik seperti yang bisa kita saksikan sekarang.
Gedung ini juga memiliki nilai historis yang luar biasa karena pernah menjadi lokasi penyambutan pimpinan Jepang pada tahun 1942 dan menjadi basis penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Lebih lanjut gedung ini adalah saksi bisu perjalanan bangsa yang kini bertransformasi menjadi aset pemerintah daerah sekaligus rumah dinas bupati.
Secara visual, arsitektur Pendopo Cianjur mengusung konsep perpaduan unik antara gaya Eropa dengan sentuhan tradisional Sunda yang sangat kental.
Keunikan fasad depannya bahkan dinilai memiliki kemiripan yang cukup signifikan dengan Gedung Induk Istana Kepresidenan Cipanas.
Karakteristik bangunan yang unik ini berhasil menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Jawa Barat.
Selain aspek estetika, nilai penting bangunan ini juga sangat erat kaitannya dengan sejarah perkembangan awal wilayah Kabupaten Cianjur serta masa kejayaan perdagangan kopi di Nusantara.
"Kita harus menjaga warisan ini agar generasi mendatang tetap bisa mempelajari identitas sejarah daerahnya," unggah akun tersebut dikutip TIMES Indonesia, Senin (12/1/2026).
Tentunya penetapan status cagar budaya ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kepedulian publik terhadap situs situs bersejarah.
Seluruh rangkaian narasi mengenai nilai keistimewaan dan sejarah panjang pendopo ini kini dapat diakses secara terbuka oleh publik melalui kanal informasi digital resmi.
Dengan pemeliharaan yang baik, Pendopo Kabupaten Cianjur akan terus berdiri kokoh sebagai simbol kebanggaan dan identitas budaya masyarakat Cianjur di masa depan.
"Upaya konservasi terus dilakukan agar setiap sudut bangunan tetap terjaga keasliannya meskipun zaman terus berganti," tukasnya.
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Faizal R Arief |