Bupati Pangandaran Apresiasi Ica, Siswi SD yang Berjualan untuk Meringankan Beban Nenek
TIMES Jabar/Bupati Pangandaran Citra Pitriyami saat mengunjungi pasar Kalipucang untuk membelikan kebutuhan sekolah Ica. (Foto : Istimewa)

Bupati Pangandaran Apresiasi Ica, Siswi SD yang Berjualan untuk Meringankan Beban Nenek

Kisah Ica, siswi SD di Pangandaran yang mandiri berjualan sate totok untuk membantu neneknya, mengundang apresiasi Bupati Citra yang memborong dagangan dan membelikan seragam.

TIMES Jabar,Senin 9 Februari 2026, 21:28 WIB
2.6K
A
Acep Rifki Padilah

PANGANDARANKisah seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Pangandaran mencuri perhatian publik. Khoenunisa, atau akrab disapa Ica, siswi kelas V SDN 2 Kalipucang, menunjukkan keteguhan dan kemandirian di usia belia dengan berjualan sate totok di lingkungan sekolah untuk membantu ekonomi keluarganya.

Di tengah kesibukannya menimba ilmu, Ica memanfaatkan waktu di luar jam pelajaran untuk berjualan. Aktivitas tersebut dilakukan atas kesadarannya sendiri. Ia ingin meringankan beban sang nenek yang selama ini menjadi satu-satunya keluarga yang merawatnya.

Cerita tentang kegigihan Ica akhirnya sampai ke Pemerintah Kabupaten Pangandaran. Menanggapi hal itu, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami bersama Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya mendatangi langsung SDN 2 Kalipucang pada Senin (9/2/2026).

Kehadiran Bupati disambut hangat para siswa. Suasana sekolah yang biasanya tenang berubah riuh oleh antusiasme anak-anak yang berebut menyalami dan berfoto bersama. Di sela kunjungannya, Bupati Citra menghampiri Ica dan berbincang secara langsung.

Sebagai bentuk apresiasi, Bupati memborong seluruh dagangan sate totok milik Ica dan membagikannya kepada para siswa. Momen sederhana itu menjadi perhatian banyak pihak, termasuk guru dan orang tua murid yang turut menyaksikan.

Dalam perbincangan tersebut, Ica mengaku selama ini berjualan karena ingin membantu neneknya. Selain sate totok, ia juga sesekali menjual mainan anak-anak. Uang hasil jualan itu selalu ia serahkan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.

"Ica ini berjualan atas kemauan sendiri. Tidak ada paksaan dan tetap menjalankan kewajibannya sebagai pelajar," ujar Bupati Citra.

Menurutnya, sikap mandiri dan tanggung jawab yang ditunjukkan Ica patut diapresiasi dan dijadikan contoh bagi anak-anak seusianya. Ia menilai Ica mampu membagi waktu antara belajar dan membantu keluarga tanpa mengorbankan pendidikan.

"Ia berani, tidak malu, dan punya kepedulian tinggi kepada keluarganya. Ini nilai yang sangat baik," kata Citra.

Sebagai bentuk perhatian lebih lanjut, Bupati Pangandaran mengajak Ica ke Pasar Kalipucang menggunakan kendaraan dinas untuk membelikan seragam sekolah baru. Momen tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Ica dan sang nenek yang turut menyaksikan dengan mata berkaca-kaca.

Kisah Ica menjadi potret nyata bahwa semangat, tanggung jawab, dan kepedulian sosial dapat tumbuh dari lingkungan sederhana, sekaligus menjadi inspirasi bagi banyak orang tentang arti ketulusan dan kerja keras sejak usia dini. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Acep Rifki Padilah
|
Editor:Tim Redaksi