https://jabar.times.co.id/
Berita

Jaga Kelestarian Gunung Gede Pangrango, Warga Cipendawa Cianjur Tolak Proyek Geothermal

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:49
Jaga Kelestarian Gunung Gede Pangrango, Warga Cipendawa Cianjur Tolak Proyek Geothermal Warga Cipendawa Cianjur saat melakukan aksi demontrasi menolak proyek geothermal. (FOTO: Istimewa)

TIMES JABAR, CIANJUR – Gelombang penolakan terhadap rencana proyek panas bumi atau geothermal di kawasan Pasir Cina, Desa Cipendawa, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, kini semakin meruncing. 

Di lokasi demontrasi nampak berjaga-jaga pihak kepolisian dibantu pihak TNI, Satpol PP dan aparat lainnya guna memastikan situasi berjalan kondusif dan lancar tanpa gangguan.

Koordinator Suryakencana sekaligus perwakilan warga, Aryo, menyatakan dengan tegas bahwa masyarakat sepakat untuk menutup akses bagi kendaraan berat yang hendak masuk ke lokasi proyek. 

Dirinya memperingatkan bahwa warga siap mengambil langkah yang lebih berani namun tetap menjaga situasi agar tetap kondusif apabila instruksi tersebut dilanggar.

"Tak ada lagi alat berat yang masuk di jalur penolakan geothermal. Tindakan kita mungkin akan lebih keras, tapi tetap secara kondusif," ujar Aryo saat memberikan keterangan kepada awak media pada Rabu (14/1/2026). 

Dia menambahkan bahwa seluruh pergerakan massa ini dilakukan secara terencana dan berlandaskan kesadaran bersama demi melindungi lingkungan sekitar.

Ketegangan sempat memuncak ketika masyarakat sedang menghadiri agenda musyawarah di balai desa setempat. Di tengah proses diskusi, sejumlah alat berat justru dilaporkan mulai beroperasi sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah pemukiman. 

Lebih lanjut Aryo menceritakan bahwa situasi tersebut membuat warga, khususnya kaum ibu, merasa panik dan emosional hingga akhirnya mereka membubarkan diri dari pertemuan desa untuk segera menuju ke lokasi titik blokade.

Mengenai penggunaan akses jalan di wilayah RW 02 dan RW 03 Pasir Cina, Aryo menegaskan bahwa masyarakat telah menutup pintu negosiasi sepenuhnya. 

Lebih jauh ditekankan Aryo bahwa warga tidak mengharapkan uang ganti rugi atau bentuk kompensasi apa pun dari pihak pengembang. 

Menurut pandangannya, keputusan ini diambil secara mutlak karena alasan yang lebih besar daripada sekadar urusan lahan garapan ataupun akses transportasi.

Penolakan keras ini sejatinya berakar pada kekhawatiran masyarakat terhadap dampak lingkungan jangka panjang di wilayah pegunungan.

Aryo menggarisbawahi bahwa fokus utama perjuangan mereka adalah memastikan kelestarian ekosistem Gunung Gede Pangrango tetap terjaga dari aktivitas industri. 

"Tentunya bagi kami menjaga keutuhan gunung merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar dengan materi," tandasnya menutup pernyataan. (*)

Pewarta : Wandi Ruswannur
Editor : Faizal R Arief
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.