Kuota Pelatihan Kerja BLK 2026 dari APBD Turun Drastis, Ini Klaim Wali Kota Banjar
TIMES Jabar/Wali Kota Banjar, Ir H Sudarsono (Foto: Susi/TIMES Indonesia)

Kuota Pelatihan Kerja BLK 2026 dari APBD Turun Drastis, Ini Klaim Wali Kota Banjar

BLK Kota Banjar masih menunggu kepastian total paket pelatihan dari anggaran daerah (APBD) maupun anggaran pusat (APBN).

TIMES Jabar,Selasa 20 Januari 2026, 13:25 WIB
73.3K
S
Sussie

BANJAR Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjar, Jawa Barat, melaporkan adanya pemangkasan besar-besaran pada jumlah paket pelatihan kerja untuk tahun anggaran 2026.

Paket pelatihan ini penting untuk meningkatkan kemampuan tenaga kerja di kota tersebut.

Kepala BLK Kota Banjar, Doni Ismaya, mengatakan pihaknya masih menunggu kepastian total paket pelatihan dari anggaran daerah (APBD) maupun anggaran pusat (APBN).

Penurunan Anggaran Daerah

Menurut data yang diterima dari Dinas Tenaga Kerja, jumlah paket pelatihan kerja yang dibiayai oleh APBD Kota Banjar untuk tahun 2026 hanya tersedia 9 paket.

"Angka ini turun sangat drastis dibandingkan tahun 2025. Pada tahun sebelumnya, Pemerintah Kota Banjar menyediakan 27 paket pelatihan, yang berhasil menjangkau 432 peserta," kata Doni kepada Times Indonesia, Selasa (20/1/2026).

Menanggapi hal ini, Wali Kota Banjar, Ir H Sudarsono, menjelaskan bahwa penurunan paket ini terjadi karena adanya penurunan Dana Alokasi Umum (DAU) yang diterima Kota Banjar.

"Penurunan ini berdampak pada pemangkasan anggaran di semua kegiatan, termasuk pelatihan kerja BLK," ungkapnya.

Anggaran Pusat Masih Belum Pasti

Selain anggaran daerah, BLK juga mengajukan 35 paket pelatihan yang dibiayai dari anggaran pusat (APBN) melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

"Namun, BLK Kota Banjar hanya mendapatkan alokasi sebanyak 7 paket pelatihan dari Kemenaker. Meski jumlahnya masih jauh dari yang diajukan, Kami mencatat bahwa ini adalah peningkatan, karena pada tahun 2025 Kota Banjar sama sekali tidak mendapat paket dari APBN," terang Wali Kota.

BLK masih belum menerima surat resmi (SK) pelaksanaan pelatihan. Hal ini membuat mereka khawatir, sebab paket APBN bisa saja dibatalkan sewaktu-waktu akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat.

Pelaksanaan Pelatihan Ditunda

Saat ini, proses rekrutmen peserta dan pelaksanaan pelatihan kerja belum bisa dimulai. BLK terpaksa menunda hingga ada kepastian resmi mengenai jumlah total paket pelatihan yang akan dilaksanakan.

Pihak BLK berharap pemerintah dapat menambah kembali jumlah paket pelatihan ini. Tujuannya agar lebih banyak warga Banjar yang bisa mendapatkan keterampilan kerja yang dibutuhkan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Sussie
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.