https://jabar.times.co.id/
Berita

Rayakan Hari Braille, Ratusan Tunanetra di Tasikmalaya Membaca dan Menulis Harapan

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:33
Rayakan Hari Braille, Ratusan Tunanetra di Tasikmalaya Membaca dan Menulis Harapan Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candra (kiri) bersama Doni penyandang tuna netra saat mempraktekan menulis di kertas Braille dengan reglet di McD Djuanda Tasikmalaya. Kamis (29/1/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMES JABAR, TASIKMALAYA – Suasana tak biasa tampak sejak pagi hari di sebuah restoran cepat saji di kawasan Jalan Ir. Djuanda, Kota Tasikmalaya, Kamis (29/1/2026). 

Area yang selama ini identik dengan hiruk pikuk pengunjung kuliner mendadak berubah menjadi ruang literasi dan refleksi.

Ratusan penyandang disabilitas netra atau tunanetra, bersama para pendampingnya, memadati restoran McDonald’s Djuanda Tasikmalaya dalam rangka memperingati Hari Braille Sedunia.

Ratusan disabilitas netra  hadir bukan untuk menikmati menu cepat saji, melainkan untuk membaca, menulis, dan merayakan huruf Braille sebagai bahasa kehidupan bagi tunanetra.

Puluhan pendamping awas terlihat sabar menuntun satu per satu peserta menaiki tangga menuju lantai dua restoran.

Tunanetra-Tasikmalaya-Hari-Braille-2.jpgSejumlah penyandang disabilitas netra saat menulis dengan hurup braille di McD Djuanda Tasikmalaya. Kamis (29/1/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Langkah-langkah kecil penuh kehati-hatian itu menghadirkan pemandangan yang menyentuh hati. Di balik kesunyian gerak tersebut, tersimpan pesan kuat tentang inklusivitas, kesetaraan, dan hak atas ruang publik bagi semua kalangan, tanpa terkecuali.

Bagi sebagian pengunjung yang hadir, pemandangan itu menjadi pengingat bahwa ruang publik bukan hanya milik mereka yang sempurna secara fisik, melainkan juga milik mereka yang hidup dengan keterbatasan, namun kaya semangat dan harapan.

Setibanya di lantai dua, suasana semakin terasa berbeda. Deretan meja yang biasanya dipenuhi burger dan kentang goreng, hari itu justru dipenuhi kertas Braille, reglet, stylus, dan buku-buku khusus tunanetra.

Ratusan tangan meraba titik-titik timbul, menyusun huruf demi huruf, menuliskan cerita, pengalaman hidup, serta harapan masa depan mereka dalam huruf Braille.

Sebanyak 104 siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) penyandang disabilitas netra dari Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis mengikuti kegiatan membaca dan menulis Braille tersebut. 

Kegiatan ini diinisiasi oleh Paguyuban Disabilitas Tasikmalaya (Papeditas) sebagai upaya meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya literasi Braille bagi penyandang tunanetra.

Dengan penuh konsentrasi, para siswa menulis cerita pendek tentang kota tempat mereka tinggal Tasikmalaya dan Ciamis tentang mimpi, cita-cita, serta harapan hidup di tengah keterbatasan penglihatan.

'Braille Adalah Mata Kami'

Suasana haru kerap terasa di sela kegiatan. Salah satu pendamping, dengan suara bergetar, mengungkapkan makna mendalam dari huruf Braille bagi para tunanetra.

“Braille adalah mata kami. Lewat Braille, mereka bisa membaca dunia,” ujarnya lirih.

Kalimat sederhana itu seolah merangkum seluruh semangat peringatan Hari Braille Sedunia. Bagi tunanetra, Braille bukan sekadar sistem tulisan, melainkan jendela pengetahuan, alat kemandirian, dan simbol martabat manusia.

Tunanetra-Tasikmalaya-Hari-Braille-3.jpgSejumlah penyandang disabilatas netra dan pendamping berforo bersama dengan Wakil Wali Kota Tasikmakaya Rd. Diky  Candra. Kamis (29/1/2026) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Ketua Paguyuban Disabilitas Tasikmalaya, H. Tata Tajudin, didampingi Sekretaris Aris Rahman, MPd, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni tahunan.

Menurutnya, huruf Braille merupakan bagian dari hak asasi manusia, khususnya hak atas pendidikan, informasi, dan komunikasi bagi penyandang disabilitas netra.

“Braille adalah jembatan pengetahuan bagi teman-teman tunanetra. Tanpa Braille, akses mereka terhadap pendidikan dan informasi akan sangat terbatas,” tegas Tata Tajudin.

Ia menambahkan, pemilihan lokasi di ruang publik seperti restoran cepat saji dilakukan secara sadar dan terencana.

“Kami ingin menyampaikan pesan kuat bahwa penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk hadir, berkegiatan, dan berekspresi di ruang publik,” tambahnya.

Sementara itu, Aris Rahman menyampaikan apresiasi kepada pihak pengelola restoran. “Terima kasih kepada McD Djuanda yang selama ini selalu memfasilitasi kegiatan kami,” ungkapnya.

Kehadiran ratusan tunanetra di restoran cepat saji tersebut juga menarik perhatian banyak pihak. Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, tampak hadir dan membaur langsung membersamai para penyandang disabilitas netra.

Beberapa pengunjung lain terlihat berhenti sejenak, memperhatikan aktivitas membaca dan menulis Braille yang berlangsung khidmat.

Tak sedikit yang mengabadikan momen tersebut dan berdiskusi tentang pentingnya aksesibilitas dan inklusi sosial di ruang publik.

Kolaborasi Kecil Penuh Makna

Pihak pengelola restoran McDonald’s Djuanda Tasikmalaya menyambut baik kegiatan tersebut dan memberikan dukungan penuh.

Menurut mereka, kolaborasi dengan komunitas disabilitas menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membangun kesadaran inklusivitas di tengah masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa sektor swasta dapat berperan aktif dalam mendukung pembangunan sosial yang ramah disabilitas.

Nabila salah seorang guru SLBN Bungursari  yang turut mendampingi siswa menegaskan bahwa Braille memiliki makna yang jauh lebih dalam daripada sekadar media baca tulis.

“Braille bukan hanya titik-titik timbul, tetapi simbol perjuangan, kemandirian, dan martabat penyandang tunanetra,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan dan mendapat dukungan lebih luas dari berbagai pihak, termasuk pemerintah dan masyarakat umum.

Peringatan Hari Braille Sedunia di Kota Tasikmalaya ini menjadi pengingat bahwa pembangunan inklusif tidak hanya berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga akses pendidikan, literasi, dan ruang berekspresi yang setara. (*)

Pewarta : Harniwan Obech
Editor : Ronny Wicaksono
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.