https://jabar.times.co.id/
Berita

Tim SAR Cari 80 Warga Hilang di Cisarua, 12 Jenazah Ditemukan

Minggu, 25 Januari 2026 - 12:42
Operasi SAR Longsor Cisarua: Fokus Cari 80 Korban Hilang di Tengah Medan Lumpur Apel persiapan pencarian korban hari kedua pos Tim SAR Gabungan di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (25/1/2026). (Foto: ANTARA/Ilham Nugraha)

TIMES JABAR, BANDUNG – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan kembali mengerahkan personel pada hari kedua operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Hingga saat ini, upaya difokuskan untuk menemukan puluhan warga yang masih tertimbun material tanah.

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menjelaskan bahwa proses pencarian sempat dihentikan sementara untuk melakukan evaluasi mendalam bersama pemerintah daerah, Polri, dan relawan.

“Hari ini merupakan hari kedua pelaksanaan operasi SAR. Di lapangan ada SAR Mission Koordinator yang mengkoordinir berbagai unsur yang hadir. Informasi yang juga kita terima, masih ada kira-kira 80 warga yang dinyatakan hilang,” tutur Ade di Bandung, Minggu (25/1/2026).

Data Korban dan Kerusakan

Bencana ini memberikan dampak yang sangat masif. Tercatat sudah ada 12 kantong jenazah yang diserahkan ke tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Berdasarkan data awal, total warga terdampak mencapai 113 orang dari 34 kepala keluarga.

“Sementara yang kita dapat, jumlah korban yang terdampak ada 113 orang dari 34 kepala keluarga. Itu informasi awal. Kemudian dari kejadian tersebut telah bisa kita selamatkan 23 personel,” tambah Ade. Selain korban jiwa, sekitar 300 hingga 400 warga kini terpaksa mengungsi karena lebih dari 30 rumah hancur diterjang longsor.

Kendala Medan dan Rencana Modifikasi Cuaca

Pencarian di lapangan menghadapi tantangan berat. Material longsoran setebal lima meter dengan lebar 100 meter didominasi oleh tanah bercampur air yang sangat lunak. Hal ini membuat penggunaan alat berat harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

“Alat berat sudah disiapkan. Jika memungkinkan dan aman, akan langsung kita turunkan. Namun bila belum bisa, pencarian akan dilakukan secara manual,” jelasnya terkait metode evakuasi.

Faktor cuaca juga menjadi hambatan krusial. "Yang pertama, kita sangat ketergantungan dengan cuaca, mudah-mudahan hari ini lebih baik. Kedua adalah kondisi longsoran yang masih berupa lumpur sehingga menyulitkan pekerjaan," papar Ade.

Guna mempercepat proses evakuasi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengambil langkah teknis dengan memodifikasi cuaca di sekitar lokasi bencana. “Pak Gubernur menyampaikan mulai hari ini akan dilakukan modifikasi cuaca. Mudah-mudahan ini efektif sehingga proses pencarian bisa berjalan lebih lancar,” tutup Ade. (*)

Pewarta : Antara
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.