TIMES JABAR, MAJALENGKA – Di balik deru knalpot dan padatnya arus lalu lintas, tersimpan filosofi yang mengikat langkah pengendara dan aparat kepolisian dalam satu tujuan: keselamatan. Program Ojol Bareng Satlantas (OBRAS) Majalengka bukan sekadar agenda kebersamaan, melainkan representasi nilai kehidupan yang berakar dari kearifan budaya, yakni filosofi teknik menjahit obras.
Secara harfiah, obras adalah teknik menjahit untuk menyatukan dua lembar kain melalui jahitan diagonal agar kuat, rapi, dan menyatu sempurna. Namun secara filosofis, obras memuat pesan mendalam tentang kesabaran, ketekunan, dan keselarasan hidup. Nilai inilah yang menjadi napas kolaborasi antara pengemudi ojek online (ojol) dan Satlantas Polres Majalengka.
"Seperti tangan penjahit yang sabar menuntun benang, filosofi Obras mengajarkan bahwa setiap tantangan harus dihadapi dengan ketelitian dan keteguhan hati," ujar Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Rudy Sudaryono, Minggu (25/1/2026).
Menurut AKP Rudy, di jalan raya prinsip ini diterjemahkan dalam bentuk disiplin berlalu lintas, kehati-hatian, serta kepatuhan terhadap aturan. Setiap perjalanan bukan hanya soal mencapai tujuan, tetapi tentang bagaimana proses tersebut ditempuh dengan penuh tanggung jawab.
Dalam setiap jahitan obras, tidak ada satu tusukan pun yang sia-sia; semua berperan penting agar kain tidak terurai. Begitu pula dalam aktivitas berlalu lintas, setiap tindakan pengendara berdampak besar bagi keselamatan diri sendiri maupun orang lain. Kesadaran ini menumbuhkan sikap bijak dalam mengambil keputusan serta kepekaan terhadap lingkungan sekitar.
Lebih jauh, filosofi ini menekankan pentingnya keseimbangan. Sehelai kain yang dijahit rapi hanya akan kokoh jika setiap sisi saling menguatkan. Dalam konteks sosial, nilai ini mengajarkan keseimbangan antara kepentingan pribadi dan kepentingan bersama.
"Di jalan raya, harmoni itu terwujud dalam sikap saling menghormati, berbagi ruang, dan menjaga etika berkendara," tegas AKP Rudy Sudaryono.
Melalui program OBRAS Majalengka, filosofi ini menjelma menjadi semangat kebersamaan dan edukasi budaya tertib yang berkelanjutan. Jalan raya kini bukan lagi sekadar lintasan kendaraan, melainkan ruang kolaborasi yang merajut kepercayaan dan kepedulian sosial.
Seperti benang yang menyatukan kain, OBRAS Majalengka merajut sinergi antara masyarakat dan aparat. Sebuah pesan kuat bahwa keselamatan lahir dari kesabaran dan keseimbangan yang dijaga bersama. Satu jahitan kecil hari ini, menjadi kekuatan besar bagi masa depan. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Filosofi 'OBRAS' di Balik Sinergi Satlantas Polres Majalengka dan Ojek Online
| Pewarta | : Jaja Sumarja |
| Editor | : Deasy Mayasari |