Menakar Manis Lebaran, J&C Cookies Siapkan Strategi Genjot Pasar Hampers 2026
J&C Cookies menyiapkan berbagai varian unggulan dan strategi kolaborasi hampers guna menangkap peluang pasar yang diprediksi kembali bertumbuh.
BANDUNG – Menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026, industri kue kering kembali menggeliat. Permintaan yang meningkat setiap musim Lebaran menjadi momentum penting bagi pelaku usaha untuk menguatkan inovasi produk sekaligus strategi pemasaran. J&C Cookies termasuk di antaranya.
Brand kue kering ini menyiapkan berbagai varian unggulan dan strategi kolaborasi hampers guna menangkap peluang pasar yang diprediksi kembali bertumbuh.
Farhan Basyir, Business Development J&C Cookies, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah produk andalan yang diharapkan menjadi favorit konsumen tahun ini.
Tiga varian baru yang diusung antara lain almond choco cheese, karamel pistachio, dan butter cookies. Produk-produk tersebut dilengkapi dengan jajaran kue klasik yang sudah dikenal luas seperti nastar, kastengel, dan sagu keju.
“Varian baru ini kami siapkan untuk menyemarakan musim Lebaran 2026. Selain itu, produk klasik tetap kami hadirkan karena selalu menjadi pilihan utama para penikmat cookies,” ujar Farhan dalam wawancara doorstop, Kamis (12/02/2026).
Menurut Farhan, kualitas bahan baku menjadi prioritas utama dalam menjaga konsistensi rasa. J&C Cookies masih menggunakan mentega premium serta memastikan seluruh produk telah bersertifikat halal.
Hal ini dinilai penting untuk mempertahankan kepercayaan konsumen, terutama di pasar kue kering premium yang kian kompetitif.
Tak hanya berfokus pada rasa, J&C Cookies juga memperkuat lini hampers sebagai salah satu motor penjualan. Perusahaan menyediakan kemasan siap beli sekaligus layanan kustomisasi.
Konsumen dapat memilih isi hampers sesuai kebutuhan, termasuk opsi kolaborasi dengan brand lain di luar produk kue seperti TAZBIYA , GLEAMBEAM, EUCK ,TERVE CHOCOLATE .
“Sekarang hampers tidak hanya berisi kue. Kami juga menjajaki kolaborasi dengan brand fashion, skincare, dan produk lain. Harapannya variasi makin banyak dan pilihan konsumen juga makin luas,” kata Farhan.
Strategi ini dinilai relevan dengan perubahan perilaku konsumen yang semakin mencari paket hadiah praktis dan personal. Hampers menjadi medium berbagi sekaligus simbol relasi bisnis, sehingga pasar korporasi tetap menjadi salah satu target utama J&C Cookies.
Dari sisi waktu peluncuran, perusahaan memilih merilis varian baru lebih awal sejak November 2025. Namun, peluncuran resmi baru dilakukan menjelang Lebaran 2026. Langkah ini diambil untuk menyesuaikan pola konsumsi yang masih sangat bergantung pada momentum Idul Fitri.
Farhan mengungkapkan, sekitar 75 persen penjualan tahunan J&C Cookies terjadi pada musim Lebaran. Sisanya tersebar sepanjang tahun dengan kontribusi yang relatif kecil. Karena itu, produksi sudah dimulai sejak H-3 bulan sebelum Ramadan untuk memastikan kesiapan stok.
“Produksi kami bisa mencapai 600 lusin per hari menjelang puncak musim Lebaran. Persiapan biasanya dimulai sejak November agar distribusi dan ketersediaan produk tetap terjaga,” ujarnya.
Meski demikian, Farhan mengakui pertumbuhan penjualan pada 2025 tidak setinggi harapan. Target kenaikan 25 persen hanya tercapai sekitar 10–15 persen.
Faktor eksternal seperti imbauan efisiensi anggaran di berbagai sektor disebut turut memengaruhi daya beli, khususnya dari segmen korporasi.
Namun, optimisme tetap dijaga untuk 2026. Dengan momentum Lebaran yang kembali menjadi motor utama penjualan serta strategi produk baru dan kolaborasi hampers, J&C Cookies menargetkan pertumbuhan yang lebih agresif.
“Kami berharap tahun ini bisa bounce back. Target kenaikan 25 persen mudah-mudahan tercapai. Semua strategi kami genjot di musim Lebaran karena ini adalah musim panen utama,” tutur Farhan.
Di tengah persaingan industri kue kering yang semakin padat, J&C Cookies berupaya menjaga keseimbangan antara inovasi dan konsistensi. Varian baru dihadirkan untuk menjawab selera pasar yang dinamis, sementara produk klasik tetap dipertahankan sebagai identitas rasa.
Langkah tersebut mencerminkan strategi adaptif pelaku usaha kuliner dalam menghadapi perubahan tren dan kondisi ekonomi.
Bagi J&C Cookies, Lebaran bukan sekadar momentum penjualan, melainkan kesempatan memperkuat relasi dengan pelanggan dan menghadirkan pengalaman berbagi yang lebih personal.
Dengan berbagai persiapan yang dilakukan sejak jauh hari, perusahaan berharap musim Lebaran 2026 menjadi titik pemulihan sekaligus pertumbuhan baru.
Optimisme itu sejalan dengan harapan pelaku usaha kuliner lainnya: bahwa tradisi berbagi kue kering saat Lebaran akan terus hidup, menjadi bagian dari budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




