Jutaan UMKM Siap Naik Kelas, Wagub Jabar Dorong Pengusaha Besar Jadi Mentor
Menurut Wagub Erwan Setiawan, keberadaan UMKM tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan pengusaha besar.
BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat (Wagub Jabar), Erwan Setiawan, mengajak para pengusaha besar dan menengah yang tergabung dalam Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Jawa Barat untuk berperan aktif sebagai mentor bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Ajakan tersebut disampaikan saat pelantikan Pengurus Wilayah Japnas Jawa Barat periode 2025–2030 di Hotel Grand Preanger, Kota Bandung, Selasa (24/2/2026).
Menurut Erwan, keberadaan UMKM tidak dapat dipisahkan dari pertumbuhan pengusaha besar. Ia menegaskan, ekosistem ekonomi yang sehat harus dibangun melalui hubungan saling menguatkan.
“Pengusaha besar dan menengah harus menjadi mentor, menurunkan ilmu dan pengalaman kepada pelaku UMKM agar tumbuh bersama. Tidak akan ada pengusaha besar tanpa pengusaha kecil,” ujar Erwan.
Jawa Barat sendiri terus memperkuat fondasi ekonomi daerah dengan mendorong kolaborasi antara pelaku usaha besar, menengah, dan mikro.
Upaya ini dinilai menjadi kunci untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan di tengah dinamika ekonomi nasional.
Dominasi UMKM di Jabar
Data Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan, hingga akhir 2025 jumlah UMKM di wilayah ini telah mencapai sekitar 5,4 juta unit, menjadikannya yang terbesar di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 85,02 persen merupakan usaha mikro, 13,60 persen usaha kecil, dan sekitar 1,38 persen masuk kategori menengah dan besar.
Dominasi UMKM tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari kuliner, perdagangan, hingga industri kreatif. Sektor ini juga menjadi tulang punggung penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat, sekaligus penopang daya tahan ekonomi daerah.
Dalam tren terkini, pertumbuhan UMKM di Jawa Barat menunjukkan peningkatan positif, didorong oleh digitalisasi, akses pembiayaan, serta penguatan ekosistem kewirausahaan.
Pemerintah daerah mencatat adanya peningkatan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan platform digital untuk pemasaran, yang berdampak pada perluasan pasar hingga ke tingkat nasional.
Upaya Mendorong UMKM Naik Kelas
Erwan menilai, potensi besar tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta penguatan jejaring bisnis. Karena itu, keterlibatan pengusaha besar dinilai strategis untuk mendorong UMKM naik kelas.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan pembangunan ekonomi daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, terbuka untuk bersinergi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi pengusaha.
“Saya berharap pengusaha di Japnas dapat berkolaborasi dengan UMKM di Jawa Barat. Kuncinya adalah membangun jejaring yang kuat antar pelaku usaha,” katanya.
Lebih lanjut, Erwan optimistis kepengurusan baru Japnas Jawa Barat mampu menghadirkan program-program konkret yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi.
Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan investasi, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing UMKM di pasar yang semakin kompetitif.
Penguatan sektor UMKM dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Dengan jumlah yang besar dan daya serap tenaga kerja yang tinggi, UMKM menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global.
Melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha besar, dan UMKM, Jawa Barat diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



