BIFHEX, Solusi Bisnis Kuliner Jabar dan Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
TIMES Jabar/Project Manager PT Indorich Expo Utama, Hizkia Wiranata Sembiring berfoto di antara stand dan Exhibitor BIFHEX Bandung 10-13 Februari 2026 (FOTO: Djarot/TIMES Indonesia)

BIFHEX, Solusi Bisnis Kuliner Jabar dan Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi

Upaya memperkuat pelaku usaha daerah terus digencarkan melalui berbagai inisiatif yang menjangkau langsung komunitas

TIMES Jabar,Jumat 13 Februari 2026, 14:28 WIB
1.5K
D
Djarot Mediandoko

BANDUNGUpaya memperkuat pelaku usaha daerah terus digencarkan melalui berbagai inisiatif yang menjangkau langsung komunitas bisnis di luar pusat ekonomi nasional.

Di tengah tantangan perlambatan ekonomi, sektor kuliner, horeca dan UMKM dinilai tetap menjadi salah satu penopang penting pertumbuhan, terutama di Jawa Barat.

Dalam konteks itulah, konsep pameran bisnis yang mendekatkan layanan dan teknologi kepada pelaku usaha di daerah, menjadi relevan dan strategis.

Project Manager PT Indorich Expo Utama, Hizkia Wiranata Sembiring, menilai bahwa tidak semua pelaku usaha memiliki akses yang sama untuk menghadiri pameran berskala besar di Jakarta.

Karena itu, pendekatan “jemput bola” dipilih agar pelaku usaha di daerah dapat memperoleh kesempatan yang setara dalam mengembangkan bisnis.

“Kami melihat bahwa pameran di Jakarta memang banyak, tetapi tidak semua pelaku usaha daerah bisa datang ke sana. Maka kami hadir di berbagai kota, termasuk Bandung, untuk memperlengkapi pelaku usaha lokal,” ujar Hizkia, Jumat (13/02/2026).

Bandung menjadi salah satu kota yang konsisten menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Tahun ini menandai penyelenggaraan ke-11 di kota tersebut, yang sekaligus mencerminkan besarnya potensi sektor kuliner di Jawa Barat.

Menurut Hizkia, UMKM kuliner justru terbukti tangguh bahkan pada masa pandemi.

“Ketika banyak sektor terdampak, kuliner—khususnya UMKM—menjadi salah satu yang mampu bertahan. Permintaan tetap ada, bahkan ada klien kami yang justru mengalami peningkatan hingga 150 persen saat pandemi,” ungkapnya.

Data yang dihimpun dari asosiasi menunjukkan bahwa Bandung memiliki sekitar 700 kafe besar serta 2.000 hingga 2.700 kafe skala menengah.

Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar sekaligus kebutuhan akan dukungan teknologi, manajemen, dan akses pasar yang lebih luas bagi pelaku usaha.

“Kuliner itu tidak akan pernah mati. Ini bisa menjadi roda pertumbuhan ekonomi baru, terutama bagi daerah,” tambah Hizkia.

Selain mempertemukan pelaku usaha dengan pemasok bahan dan peralatan, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai solusi teknologi untuk mendukung operasional bisnis. Salah satu fokusnya adalah digitalisasi sistem pencatatan dan manajemen usaha.

Menurut Hizkia, pelaku usaha kini semakin membutuhkan sistem yang memungkinkan pemantauan bisnis secara real time.

“Pemilik usaha tidak ingin lagi mencatat secara manual. Mereka ingin bisa memantau penjualan dan stok kapan pun, terutama jika memiliki beberapa outlet. Teknologi software yang kami hadirkan di pameran ini menjadi solusi bagi kebutuhan tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, akses ke pasar global juga menjadi perhatian. Kehadiran platform perdagangan B2B internasional dalam kegiatan ini membuka peluang baru bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas jangkauan pasar.

Produk-produk lokal yang telah siap ekspor diharapkan dapat memanfaatkan platform tersebut sebagai jembatan menuju pasar internasional.

Antusiasme pelaku usaha terhadap kegiatan ini tercermin dari jumlah pengunjung yang terus meningkat. Tahun lalu, pameran serupa berhasil menarik sekitar 47 ribu pengunjung.

Tahun ini, penyelenggara menargetkan angka tersebut meningkat menjadi sekitar 50 ribu. “Trend pengunjung tahun ini cukup baik. Hari pertama saja sudah sangat ramai. Kami optimistis target 50 ribu pengunjung dapat tercapai,” kata Hizkia.

Ia menambahkan, perubahan konsep penyelenggaraan yang lebih fokus pada hari kerja juga mendapat respons positif.

Dengan membatasi hari pertama untuk pelaku bisnis, interaksi antara peserta pameran dan pengunjung dinilai lebih efektif. “Exhibitor merasa puas karena pengunjung yang datang memang pelaku usaha yang mencari solusi dan peluang bisnis,” ujarnya.

Ke depan, model kegiatan yang mendekatkan akses teknologi, jaringan, dan pasar kepada pelaku usaha daerah diharapkan terus berkembang.

Bagi Hizkia, memperkuat UMKM di daerah bukan hanya soal pemerataan ekonomi, tetapi juga memastikan keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.

“Kami ingin pelaku usaha di daerah tidak tertinggal. Dengan dukungan yang tepat, mereka bisa naik kelas dan menjadi motor ekonomi yang kuat,” tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Djarot Mediandoko
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.