TIMES JABAR, JAKARTA – Di tengah tren hunian minimalis dan gaya hidup praktis tahun 2026, kaktus tetap menjadi primadona tanaman hias. Ia bukan sekadar tanaman berduri yang tahan banting; kaktus adalah simbol ketangguhan dan keindahan yang bersahaja.
Bagi Anda yang sering lupa menyiram tanaman atau memiliki jadwal kerja yang padat, kaktus adalah teman hidup yang paling pengertian. Namun, "tahan banting" bukan berarti bisa diabaikan begitu saja. Agar kaktus Anda tetap gemoy dan tidak membusuk, ada seni tersendiri dalam merawatnya.
Mengapa Kaktus Sering Mati?
Kesalahan terbesar pemula bukanlah kurang perhatian, melainkan terlalu banyak menyiram. Kaktus menyimpan cadangan air di batangnya. Memberinya air setiap hari justru akan membuat akarnya membusuk.
Berikut adalah panduan praktis agar kaktus Anda tetap eksis:
1. Gunakan Teknik Penyiraman "Kering-Basah"
Jangan gunakan jadwal kalender. Gunakan jari Anda! Masukkan jari ke dalam media tanam sedalam 2-3 cm. Jika terasa benar-benar kering, barulah beri air. Pastikan air mengalir keluar dari lubang pot agar tidak ada genangan di dasar.
2. Sinar Matahari
Kaktus adalah "anak matahari". Letakkan mereka di dekat jendela yang menghadap ke timur atau selatan. Jika kaktus Anda mulai tampak kurus dan tumbuh memanjang ke satu arah (disebut etiolasi), itu tandanya dia sedang "berteriak" meminta lebih banyak cahaya.
3. Pilihan Media Tanam
Jangan gunakan tanah taman biasa yang padat. Kaktus butuh media yang porous (berongga). Campuran pasir malang, sekam bakar, dan sedikit pupuk organik adalah kombinasi maut yang disukai kaktus agar akarnya tetap bisa bernapas.
4. Pilih Pot yang Tepat
Pot tanah liat (terakota) adalah pilihan terbaik karena memiliki pori-pori yang membantu penguapan air sisa. Plus, warna oranye bata dari terakota memberikan sentuhan estetik earthy yang sangat tren di media sosial. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Merawat Kaktus Agar Tetap 'Gemoy' dan Anti-Busuk
| Pewarta | : Deasy Mayasari |
| Editor | : Deasy Mayasari |