Polisi Buru Pelaku Ganjal ATM di Kawasan Tunturunan Cianjur
Aksi ganjal ATM kembali terjadi di Sukaluyu, Cianjur. Pelaku terekam CCTV minimarket dan menguras saldo korban. Simak imbauan Kapolres Cianjur terkait modus ini.
Cianjur – Aksi dugaan pencurian dengan modus ganjal kartu ATM kembali meresahkan warga di kawasan Tunturunan, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Insiden terbaru dilaporkan terjadi di salah satu gerai minimarket setempat, di mana aksi pelaku sempat terekam kamera pengawas (CCTV).
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, pelaku melancarkan aksinya dengan cukup rapi. Pelaku diduga memantau nomor PIN saat korban sedang bertransaksi, kemudian dengan cepat menukar kartu milik korban dengan kartu lain yang serupa.
Akibat kejadian ini, saldo di dalam rekening pribadi korban terkuras habis. Pelaku langsung melarikan diri setelah berhasil memperdaya korbannya di area mesin anjungan tunai mandiri tersebut.
Korban, yang meminta identitasnya dirahasiakan, memberikan kesaksian bahwa pria yang dicurigai sebagai pelaku mengenakan pakaian kombinasi warna abu-abu dan putih saat berada di lokasi kejadian.
"Saya berharap bagi siapa saja masyarakat yang merasa mengenali ciri-ciri pria tersebut agar tidak ragu untuk segera memberikan informasi," ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (8/3/2026).
Rekaman identitas fisik pelaku kini menjadi kunci utama bagi pihak kepolisian dalam upaya pengungkapan kasus kriminalitas di wilayah tersebut.
Imbauan Kapolres Cianjur
Menyikapi fenomena ini, Kepolisian Resor (Polres) Cianjur meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat menggunakan mesin ATM di lokasi yang cenderung sepi. Polisi menegaskan bahwa komplotan spesialis ini biasanya menggunakan benda kecil seperti tusuk gigi atau potongan gergaji untuk mengganjal lubang kartu.
Kapolres Cianjur, AKBP Dr. Akhmad Alexander Yurikho Hadi, mengingatkan agar warga tidak mudah percaya pada orang asing yang tiba-tiba menawarkan bantuan saat kartu mengalami kendala di mesin.
Sebagai langkah antisipasi, polisi menyarankan pengguna ATM untuk selalu memeriksa kondisi fisik mesin sebelum memasukkan kartu dan memastikan tangan tertutup saat menekan nomor PIN. Jika kartu terlanjur tersangkut, masyarakat diminta segera menghubungi layanan resmi perbankan untuk melakukan pemblokiran instan.
"Meski beberapa pelaku telah berhasil diringkus sebelumnya, kami menekankan bahwa tindakan proaktif dari nasabah adalah benteng pertahanan utama agar terhindar dari kerugian materiil," tegas AKBP Akhmad Alexander. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



