Hadiri RUPS, Bupati Majalengka Minta Bisnis Kolaps PT SMU Diamputasi
Bupati Majalengka H Eman Suherman menilai performa PT SMU masih belum menggairahkan sehingga diperlukan langkah penyehatan dan strategi bisnis yang lebih agresif.
MAJALENGKA – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT SMU (Sindangkasih Multi Usaha) menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Majalengka (Pemkab Majalengka).
Bupati Majalengka H Eman Suherman menilai performa perusahaan masih belum menggairahkan sehingga diperlukan langkah penyehatan dan strategi bisnis yang lebih agresif.
Bupati Eman mengatakan, kondisi PT SMU saat ini tidak terlepas dari persoalan yang diwarisi ketika kewenangan pengelolaan perusahaan dilanjutkan dalam kondisi yang cukup berat.
"Performa perusahaan ini masih belum menggairahkan. Saya memaklumi karena mereka menerima kewenangan untuk melanjutkan dalam kondisi sedang sakit, bahkan bisa dikatakan stadium empat," ujar Eman Suherman seusai RUPS PT SMU, Selasa (8/9/2026)
Menurutnya, dari sejumlah bidang usaha yang dijalankan, sektor gas menjadi salah satu lini yang masih menunjukkan kinerja sehat. Sementara bidang usaha lainnya perlu dievaluasi berdasarkan kemampuan menghasilkan keuntungan dan kontribusi bagi perusahaan.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Majalengka sebagai pemilik saham akan memberikan dukungan sekaligus arahan untuk memperbaiki performa PT SMU. Salah satunya dengan mengoptimalkan aset milik pemerintah daerah yang memungkinkan untuk dikerjasamakan.
Eman Suherman menegaskan, perbaikan kinerja menjadi penting untuk meningkatkan daya tarik perusahaan di mata investor.
"Bagaimana investor mau tertarik bekerja sama dengan PT SMU kalau performa perusahaan saja tidak menggairahkan," katanya.
Ia meminta jajaran komisaris dan direksi yang baru memiliki semangat baru serta bekerja secara profesional dan amanah. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan pemerintah daerah harus dibuktikan melalui peningkatan kinerja perusahaan.
PAD PT SMU Dinilai Masih Terlalu Kecil
Eman juga menyoroti kontribusi PT SMU terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Berdasarkan laporan yang dipaparkan dalam RUPS, target PAD perusahaan disebut sekitar Rp124 juta.
Menurut Bupati Eman Suherman, angka tersebut masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan potensi pendapatan dan bidang usaha yang dimiliki PT SMU.
"Pendapatannya bagus, tetapi harus dikonversi menjadi PAD yang sehat. Percuma pendapatan tinggi kalau konversinya terhadap PAD hanya Rp124 juta," tegasnya.
Ia bahkan mendorong dilakukannya evaluasi terhadap lini usaha yang dinilai tidak lagi produktif. Bidang usaha yang benar-benar kolaps dan tidak memiliki prospek, kata Eman, tidak perlu terus dipertahankan.
"Bagi subbidang usaha yang betul-betul kolaps dan tidak bisa menghasilkan, amputasi saja, jangan dipertahankan. Tetapi subbidang usaha yang lain harus didorong," ujarnya.
Belum Ada Penyertaan Modal Baru
Terkait kemungkinan penyertaan modal dari Pemerintah Kabupaten Majalengka, Eman Suherman memastikan hal tersebut belum menjadi pembahasan utama.
"Belum ada penyertaan modal. Kita belum ke situ. Kita hanya ingin menyehatkan dulu organisasi ini," katanya.
Eman berharap RUPS menjadi titik awal pembenahan PT SMU agar mampu berkembang sebagai perusahaan daerah yang profitable.
Keuntungan perusahaan nantinya diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap PAD dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Jadilah PT SMU yang profitable, bekerja secara profesional, menghasilkan PAD yang sehat dan memberikan manfaat bagi kemajuan serta kesejahteraan masyarakat," tandasnya.
Dengan demikian, agenda utama PT SMU ke depan bukan sekadar meningkatkan pendapatan, tetapi memastikan setiap aktivitas bisnis mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik đŸ‘‰ Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

