TIMES JABAR, BANJAR – Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Anom (Perumda Tirta Anom) Kota Banjar kini punya cara baru untuk mengatasi masalah pipa bocor. Mereka membentuk sebuah tim khusus bernama NRW (Non-Revenue Water).
NRW adalah istilah untuk air yang sudah diproduksi oleh PDAM, tetapi hilang di tengah jalan dan tidak sampai ke pelanggan. Fokus utama tim ini adalah menurunkan tingkat kehilangan air tersebut.
Direktur PDAM Tirta Anom, E. Fitrah Nurkamilah, menjelaskan bahwa pembentukan tim ini bertujuan meningkatkan efisiensi distribusi air.
"Dengan mengurangi air yang terbuang sia-sia, pendapatan perusahaan juga meningkat. Hasil akhirnya adalah pelayanan air bersih kepada pelanggan menjadi lebih optimal," ungkapnya kepada Times Indonesia, Rabu (21/1/2026).
Aksi dan Lokasi Kebocoran
Kepala Bagian Teknik, Agus Koswara, memaparkan langkahnya yang langsung mengkoordinir tiga sub-bagian (distribusi, perencanaan teknik, dan hubungan langganan) sebagai langkah awal pencarian kebocoran.
"Begitu ada indikasi kebocoran, tim kami langsung bergerak ke empat wilayah yang dicurigai terdapat kebocoran parah, yaitu di Jl. Pegadaian, Pasar Banjar, Jl. Let. Jend. Suwarto, dan Perum Pepabri Banjar Kolot," urainya.
Setelah wilayah-wilayah ini selesai, tim NRW akan memeriksa seluruh area layanan Kota Banjar.
Dijabarkan Agus, pengecekan awal menunjukkan adanya kebocoran serius. Di depan SMP Negeri 1 Banjar, kecepatan aliran air terukur sekitar 30 liter per detik. Namun, di Jembatan Ciroas, angkanya anjlok drastis menjadi hanya 3 liter per detik.
"Perbedaan yang sangat jauh ini membuktikan bahwa ada kebocoran besar di antara dua titik tersebut," ujarnya.
Menindaklanjuti temuan ini, pihak PDAM langsung melakukan penggalian di dekat area Pegadaian untuk mencari dan memperbaiki titik kebocoran. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: PDAM Tirta Anom Banjar Turunkan Tim Khusus NRW: Perangi Kebocoran Pipa Demi Layanan Maksimal
| Pewarta | : Sussie |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |