Takbir Menggema di Langit Majalengka, Keharuan Idul Fitri Membasuh Hati Umat
Di berbagai sudut kota hingga pelosok desa di Majalengka, masyarakat mulai berkumpul untuk merayakan malam takbiran
MAJALENGKA – Malam perlahan turun di langit Kabupaten Majalengka, Jawa Barat - menandai makin dekatnya momen Lebaran.
Lampu-lampu rumah mulai menyala, sementara gema takbir dari masjid dan mushala menggema bersahutan, menandai datangnya Hari Raya Idul Fitri yang telah dinantikan oleh umat Muslim setelah sebulan menjalani ibadah puasa Ramadan.
Di berbagai sudut kota hingga pelosok desa di Majalengka, masyarakat mulai berkumpul untuk merayakan malam takbiran.
Anak-anak membawa obor dan lampion, sementara suara bedug dan lantunan takbir menggema mengisi udara malam yang terasa khidmat.
Tradisi takbiran ini bukan sekadar perayaan, tetapi juga menjadi momen spiritual yang mengingatkan umat Muslim tentang kemenangan setelah menjalani perjalanan panjang menahan lapar, haus, dan hawa nafsu selama bulan suci Ramadan.
Salah seorang pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid, H. Abdul Karim, mengatakan malam takbiran selalu menjadi momen yang penuh makna bagi masyarakat.
"Takbir yang kita kumandangkan malam ini adalah ungkapan syukur kepada Allah SWT setelah kita menjalani ibadah Ramadan. Ini juga menjadi pengingat bahwa Idulfitri adalah waktu untuk kembali kepada kesucian," ujar Abdul Karim.
Menurutnya, suasana takbiran di Majalengka selalu dipenuhi semangat kebersamaan. Warga berkumpul di masjid, mushala, hingga jalan-jalan kampung untuk merayakan datangnya hari kemenangan.
"Di beberapa kampung masih ada tradisi takbir keliling, sementara di masjid biasanya dilakukan takbiran bersama. Semua itu menunjukkan kuatnya kebersamaan masyarakat," katanya
Salah seorang warga Majalengka, Ahmad Fauzi, mengaku selalu menantikan suasana malam takbiran setiap tahun.
"Suara takbir yang bergema dari masjid membuat hati terasa tenang. Rasanya seperti ada kebahagiaan yang sulit dijelaskan," ungkapnya.
Ia juga mengatakan malam takbiran menjadi momen berkumpul bersama keluarga sebelum menyambut hari raya keesokan paginya.
"Biasanya setelah takbiran kami berkumpul di rumah, saling bercerita sambil menyiapkan makanan untuk Lebaran," tambahnya.
Ketika gema takbir terus berkumandang di langit Majalengka, suasana malam terasa begitu syahdu. Bagi masyarakat, Idulfitri bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kembali membersihkan hati, mempererat silaturahmi, dan membuka lembaran baru yang lebih baik.
Di bawah langit Majalengka yang dipenuhi lantunan takbir, Idulfitri hadir sebagai pengingat bahwa setelah setiap perjalanan panjang, selalu ada kemenangan yang menenangkan hati. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

