Jembatan Garuda Merah putih di Kabupaten Majalengka resmi dibuka. (FOTO: Jaja Sumarja/Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

Buka Akses Ekonomi Warga, Jembatan Garuda Merah Putih di Majalengka Resmi Beroperasi

Infrastruktur sepanjang sekitar 26 meter tersebut menghubungkan Blok Cilengsar, Desa Campaga, dengan Blok Ciranca, Desa Talaga Kulon.

TIMES Jabar,Kamis 13 Agustus 2026, 18:33 WIB
151
J
Jaja Sumarja

MAJALENGKASebuah jembatan baru kini membentang di atas jalur penghubung dua wilayah di Kecamatan Talaga, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Bukan sekadar infrastruktur, jembatan itu menjadi simbol hadirnya negara di tengah kebutuhan masyarakat.

Jembatan Perintis Garuda Merah Putih di Blok Ciranca, Desa Talaga Kulon, resmi beroperasi, Kamis (13/8/2026). Infrastruktur sepanjang sekitar 26 meter tersebut menghubungkan Blok Cilengsar, Desa Campaga, dengan Blok Ciranca, Desa Talaga Kulon.

Peresmian jembatan dihadiri Bupati Majalengka H. Eman Suherman bersama Dandim 0617 Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto, serta jajaran pemerintah daerah, TNI, Forkopimcam, dan masyarakat setempat.

Bagi warga, jembatan tersebut bukan hanya bentang beton dan konstruksi penghubung.

Selama bertahun-tahun, akses yang terbatas membuat perjalanan menuju sekolah, pasar, sawah, hingga pusat aktivitas ekonomi harus ditempuh dengan jalur memutar. Kini, jarak yang sebelumnya terasa panjang dipangkas oleh sebuah akses baru.

Dandim 0617 Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto mengatakan pembangunan jembatan bermula dari laporan masyarakat mengenai rusaknya akses penghubung di wilayah tersebut.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Bupati Majalengka dan Mabes TNI. Pembangunan pun dikebut hingga dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu bulan.

"Jembatan ini sangat vital bagi anak-anak sekolah, lalu lintas warga, hingga jalur perekonomian, baik untuk pedagang maupun petani yang hendak ke sawah. Atas arahan Pak Bupati, pekerjaan yang memakan waktu kurang dari satu bulan ini kami kejar dan kebut sampai tuntas," ujar Letkol Inf Rendra.

Menurutnya, proses pembangunan juga tidak lepas dari semangat gotong royong masyarakat. Warga dan prajurit TNI bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan hingga jembatan dapat digunakan.

Letkol Inf Rendra menilai kolaborasi tersebut menjadi gambaran nyata kehadiran pemerintah dan TNI AD dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

"Ini membuktikan bahwasanya Pemerintah Daerah bersama TNI AD hadir mewakili negara untuk rakyat. Kami mengimbau agar jembatan ini dirawat dan dijaga bersama agar manfaatnya awet dan tahan lama bagi konektivitas warga," katanya.

APBD Tertekan, Kolaborasi Jadi Jalan Keluar

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pembangunan infrastruktur melalui kolaborasi menjadi salah satu strategi yang ditempuh Pemkab Majalengka.

Bupati Majalengka H. Eman Suherman mengapresiasi respons cepat jajaran Kodim 0617/Majalengka dalam menangkap kebutuhan masyarakat dan menghubungkannya dengan dukungan program pemerintah pusat.

Eman mengatakan kondisi APBD Majalengka saat ini mengalami tekanan akibat efisiensi anggaran. Nilai APBD yang sebelumnya sekitar Rp3,5 triliun turun menjadi Rp2,9 triliun. Meski demikian, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur tidak bisa dihentikan.

"Di tengah kondisi anggaran APBD yang tertekan pasca pandemi dan adanya efisiensi dari Rp3,5 triliun menjadi Rp2,9 triliun, kita tetap harus bergerak memenuhi kebutuhan infrastruktur warga," ungkap Eman.

"Kuncinya ada pada kolaborasi aktif, seperti aksi tangkas Pak Dandim yang menjemput program pusat dan merespons cepat kebutuhan masyarakat," imbuh bupati.

Menurutnya, manfaat jembatan tersebut akan langsung dirasakan warga, terutama karena mampu memangkas jarak menuju berbagai pusat aktivitas, termasuk Pasar Talaga.

Bupati Eman juga meminta masyarakat menjaga kebersihan dan kondisi jembatan. Selain menjadi jalur mobilitas warga, kawasan tersebut dinilai memiliki potensi dikembangkan sebagai ruang publik dan lokasi berswafoto.

Pemkab Majalengka juga membuka peluang pengembangan akses jalan lanjutan sepanjang sekitar 500 meter hingga 1,5 kilometer untuk menghubungkan antar desa. Namun, rencana tersebut masih bergantung pada kesepakatan pembebasan lahan dengan masyarakat.

Harapan Baru bagi Warga Talaga

Camat Talaga Agus Heriyanto menyambut pembangunan jembatan tersebut sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat yang telah lama dinantikan.

"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi langkah cepat Pak Bupati dan Pak Dandim. Jembatan ini sudah sejak lama diimpikan oleh masyarakat di dua desa. Kehadiran infrastruktur ini menjadi angin segar bagi kelancaran mobilitas harian serta perekonomian warga di Kecamatan Talaga," ujar Agus.

Kegembiraan juga datang dari warga. Supriyadi, warga Blok Ciranca, mengatakan keberadaan jembatan membuat perjalanan menuju Pasar Talaga maupun fasilitas publik lainnya menjadi lebih singkat.

"Dulu sebelum ada jembatan ini kami harus jalan memutar jauh kalau mau ke Pasar Talaga atau mengantar anak sekolah," ujarnya. 

Sekarang Alhamdulillah, lewat jembatan baru ini jaraknya makin dekat, hemat waktu dan biaya ongkos. Terima kasih banyak untuk Pak Bupati dan Pak Dandim yang sudah membangun jembatan ini," tutur Supriyadi.

Peresmian Jembatan Perintis Garuda Merah Putih akhirnya bukan sekadar seremoni pembukaan akses baru. Di antara dua desa yang kini tersambung, terbuka pula jalur baru bagi aktivitas pendidikan, perdagangan, pertanian, dan perekonomian masyarakat.

Sebuah jembatan telah berdiri. Dan bagi warga Talaga, Kabupaten Majalengka, yang terbentang bukan hanya 26 meter konstruksi, melainkan akses menuju kehidupan yang lebih dekat, cepat, dan terhubung. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Jaja Sumarja
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Barat, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.