TIMES JABAR, MAJALENGKA – Deru kendaraan yang kerap memadat di kawasan pasar tumpah menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Satlantas Polres Majalengka menggandeng PT WIKA Beton Jatiwangi dalam upaya memperkuat pengaturan lalu lintas.
Langkah itu diwujudkan melalui penyediaan pembatas jalan (tolo-tolo) sebagai langkah preventif menghadapi potensi kemacetan.
Koordinasi tersebut dilaksanakan pada Selasa (13/1/2026) di lingkungan PT WIKA Beton Jatiwangi, sekaligus sebagai bagian dari persiapan teknis Operasi Ketupat Lodaya 2025 serta pengendalian arus lalu lintas di titik rawan kepadatan, khususnya di area pasar tumpah.
Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi melalui Kasat Lantas AKP Rudy Sudaryono mengatakan, fokus utama koordinasi adalah memastikan kesiapan sarana pembatas jalan guna mendukung kelancaran lalu lintas dan menjaga keselamatan pengguna jalan.
AKP Rudy Sudaryono menegaskan bahwa pemasangan tolo-tolo merupakan bagian dari strategi rekayasa lalu lintas yang dirancang untuk meminimalkan gangguan mobilitas masyarakat.
"Langkah ini bersifat preventif, terutama untuk mengantisipasi kepadatan di kawasan pasar tumpah dan jalur-jalur strategis selama Operasi Ketupat Lodaya 2025," ujar AKP Rudy Sudaryono.
Menurutnya, kolaborasi dengan PT WIKA Beton menjadi bentuk sinergi nyata antara kepolisian dan dunia usaha dalam menjaga kepentingan umum.
Selain sebagai upaya teknis, koordinasi ini juga mencerminkan komitmen Polres Majalengka dalam membangun manajemen lalu lintas yang terencana dan berkelanjutan, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.
Dengan sinergi lintas sektor ini, Satlantas Polres Majalengka optimis pengendalian arus lalu lintas di area pasar tumpah dan selama Operasi Ketupat Lodaya 2025 dapat berjalan efektif.
"Sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan melakukan perjalanan dengan aman, tertib, dan lancar," jelas Kasat Lantas Polres Majalengka AKP Rudy Sudaryono. (*)
| Pewarta | : Jaja Sumarja |
| Editor | : Ronny Wicaksono |