TIMES JABAR, PANGANDARAN – Sekelompok warga dari Kecamatan Cigugur dan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran mendatangi kantor PLN ULP Banjar Kota pada Senin (2/2/2026).
Warga yang menamakan diri Forum Energi Squad ini datang untuk menyampaikan keluhan serius terkait layanan listrik yang berada di wilayah PLN ULP Banjar Kota.
Mengapa Warga Mengadu?
Emis Misbahudin selaku koordinator Forum menyampaikan bahwa keluhan utama warga adalah seringnya terjadi pemadaman listrik di wilayah mereka, terutama di sebagian Kecamatan Langkaplancar dan Kecamatan Cigugur.
"Listrik yang sering mati ini dianggap merugikan konsumen," tandasnya saat diwawancara seusai audensi.
Adapun tuntutan Utama Warga kepada PLN ULP Banjar Kota, di antaranya:
1. Layanan Maksimal
Warga meminta PLN segera memperbaiki dan memaksimalkan pelayanan, pemeliharaan jaringan, dan kualitas tegangan listrik di wilayah mereka.
2. Penjelasan Gamblang
Warga menuntut penjelasan yang masuk akal mengenai alasan mengapa listrik di daerah mereka sering padam (mati terus).
3. Hak Konsumen
Mereka menuntut hak mereka sebagai konsumen untuk mendapatkan kualitas, kuantitas, dan kapasitas listrik yang memadai.
4. Pencegahan Kerugian
Diharapkan, dengan perbaikan ini, kerugian yang dialami masyarakat dapat berkurang. Warga juga berharap ibadah selama bulan Ramadan tidak terganggu oleh pemadaman.
5. Penambahan Gardu
Untuk mengatasi masalah pemadaman dan tegangan yang tidak stabil, warga secara khusus meminta adanya penambahan gardu listrik.
Respons PLN
Menanggapi tuntutan tersebut, Manager PLN ULP Banjar Kota, Fajar Maulana menyampaikan bahwa pihaknya memberikan solusi kepada warga untuk tergabung di WA Group pelanggan PLN ULP Banjar Kota.
"Kami memberikan update informasi melalui WA Group jika ada gangguan pelayanan yang sebelumnya sudah dijadwalkan sehingga perwakilan dari pelanggan di wilayahnya masing-masing dapat menginformasikan ke warganya," jelasnya.
Adapun terkait gangguan di Wilayah Langkaplancar dan Cigugur, diungkap Fajar, selain dampak hujan atau angin kencang juga karena banyaknya gangguan dari hewan seperti Muka atau Kukang Jawa, Ular maupun Burung.
"Kami tadi sudah jelaskan kepada warga yang ikut audensi atas adanya kendala dari gangguan hewan-hewan tersebut dan alhamdulillah sudah menerima," paparnya.
Menurutnya, gangguan tersebut merupakan gangguan yang diluar kendali PLN sehingga hal tersebut tidak dapat terinformasikan ke pelanggan sebelumnya.
Adapun sebagai langkah antisipasi gangguan hewan tersebut, Fajar mengungkap telah memasang ranjau-ranjau anti binatang yang diharapkannya bisa efektif sehingga dapat memberikan jaringan listrik yang lebih handal.
"Masyarakat disana juga selalu mensupport kami dalam perijinan pemangkasan pohon sehingga tidak ada kendala," jelasnya.
Pihaknya juga mengganti konduktor yang sebelumnya terbuka menjadi kabel berisolasi dan memasang cover pada sisi-sisi yang betegangan yang ada di jaringan listrik atau di gardu listrik. (*)
| Pewarta | : Sussie |
| Editor | : Ronny Wicaksono |