TIMES JABAR, BANJAR – Anggota DPRD Kota Banjar meminta perusahaan air daerah Perumdam Tirta Anom untuk meningkatkan layanan.
Tidak hanya harus menyediakan air bersih, Perusahaan pelat merah ini juga harus menyediakan air minum yang bisa langsung diminum oleh warga, misalnya melalui water fountain.
Permintaan ini disampaikan oleh Komisi II DPRD saat kunjungan kerja. Anggota dewan, Budi Kusmono, menilai bahwa peralatan dan fasilitas yang dimiliki PDAM sudah cukup untuk melakukan perubahan ini.
"Layanan air minum semacam ini sebenarnya pernah ada, seperti di Alun-alun dan Taman Kota, tetapi kini tidak lagi dioptimalkan atau digunakan," cetusnya, Jumat (6/2/2026).
DPRD juga mendorong PDAM dalam hal lain, terutama terkait produk air minum kemasan (AMDK):
- Masuk Minimarket: Produk air minum dalam kemasan PDAM harus bisa masuk dan dijual di minimarket. PDAM didorong bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perdagangan (KUKMP) setempat.
- Wajibkan semua kantor pemerintah daerah (Organisasi Perangkat Daerah/OPD) menggunakan air minum produk PDAM. Kewajiban ini harus diperkuat dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota, bukan sekadar surat edaran (SE).
- Bantuan Dana Khusus: DPRD akan membantu PDAM untuk mendapatkan bantuan dana khusus (DAK SPAM) dari pusat terkait program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) pada tahun 2026, yang sebelumnya tidak didapatkan.
Responss Perumdam Tirta Anom
Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Tirta Anom, Euis Tresa Ekayanti, menyatakan bahwa saat ini PDAM masih fokus utama pada pelayanan air bersih.
"Penyediaan air minum siap konsumsi melalui water fountain belum bisa dilakukan sekarang. Alasannya, layanan ini butuh jaringan pipa dan pemeliharaan yang terpisah total dari jaringan distribusi air biasa," ungkapnya.
Namun, Euis memastikan bahwa produksi air minum kemasan sudah berjalan dan PDAM akan berupaya keras untuk memasarkannya ke minimarket agar produknya bisa dikenal lebih luas.
"Nanti kami juga akan siapkan air minum dalam kemasan botol kecil dan kemasan botol kaca untuk mendukung pelestarian lingkungan, pengurangan sampah plastik sekali pakai, dan gaya hidup berkelanjutan (sustainability)," pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Sussie |
| Editor | : Ronny Wicaksono |