TIMES JABAR, YOGYAKARTA – Pertandingan pekan ke-20 Liga 1 2026 yang mempertemukan PSIM Yogyakarta melawan Persis Solo di Stadion Mandala Krida masih bertahan dengan skor imbang nol-nol hingga berakhirnya babak pertama.
Laga bertajuk Derbi Mataram ini berlangsung dengan tensi tinggi sejak menit awal karena kedua tim mengusung misi berbeda untuk memperbaiki posisi mereka di tabel klasemen.
Pelatih tuan rumah J. van Gastel menginstruksikan anak asuhnya untuk tampil menekan guna mengamankan poin penuh demi menjaga posisi di peringkat tujuh klasemen yang saat ini mengoleksi 31 poin.
Sementara itu M. Seslija yang menangani Laskar Sambernyawa berusaha keras mencuri angka agar timnya bisa segera beranjak dari dasar klasemen di posisi ke-18.
Berdasarkan data statistik selama empat puluh lima menit pertama, Laskar Mataram tampil sangat mendominasi jalannya permainan dengan penguasaan bola mencapai 59 persen.
Keunggulan tersebut terlihat dari intensitas serangan di mana Nermin Haljeta dan kolega berhasil melepaskan tiga tembakan tepat sasaran serta tiga tembakan yang masih menyamping dari gawang Persis Solo.
Selain itu tuan rumah juga tercatat mendapatkan tiga kali kesempatan tendangan sudut. Di sisi lain tim tamu yang mengandalkan serangan balik hanya mampu mencatatkan dua tembakan ke arah gawang yang dikawal C. Supriadi tanpa ada satu pun peluang dari sepak pojok.
Kerasnya jalannya pertandingan membuat wasit harus bekerja ekstra untuk meredam emosi para pemain di lapangan.
Tercatat PSIM melakukan delapan kali pelanggaran, di mana salah satunya berujung pada kartu kuning untuk pemain bertahan nomor punggung 14 yakni M. R. T. Wijanarko pada menit ke-23.
Sebaliknya Persis Solo bermain sedikit lebih disiplin dengan hanya melakukan tiga kali pelanggaran tanpa ada pemain yang mendapatkan peringatan kartu.
Lini belakang Persis yang digalang Vukasasin Vranes dan L. Dumančić tampak sangat sibuk menahan gempuran meski mereka sempat sekali terjebak dalam posisi offside saat mencoba keluar menyerang.
Data pertemuan atau head to head menunjukkan bahwa kedua tim memiliki kekuatan yang cukup seimbang sebagaimana hasil pertemuan sebelumnya yang berakhir dengan skor sama kuat dua sama.
Kondisi tanpa gol di paruh pertama ini membuat kedua pelatih harus memutar otak pada masa jeda untuk mengubah strategi. J. van Gastel masih memiliki opsi pemain pengganti seperti Muhammad Iqbal dan S. Sheva untuk menambah kreativitas, sedangkan Persis Solo masih menyimpan tenaga Arkhan Kaka serta Septian Bagaskara di bangku cadangan.
Publik sepak bola masih menantikan apakah penguasaan bola dominan milik tuan rumah bisa dikonversi menjadi gol atau justru tim tamu yang mampu memberikan kejutan di babak kedua. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Babak Pertama PSIM Yogyakarta vs Persis Solo Tanpa Gol, Laskar Mataram Mendominasi
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Ronny Wicaksono |