https://jabar.times.co.id/
Berita

Ekonomi Rembang Tumbuh 5%, Angka Kemiskinan dan Stunting Turun Drastis

Selasa, 03 Februari 2026 - 13:44
Ekonomi Rembang Tumbuh 5%, Angka Kemiskinan dan Stunting Turun Drastis Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) RKPD 2027 di Pendopo Kecamatan Sluke. (FOTO: Gus Hanies For TIMES Indonesia)

TIMES JABAR, JAKARTA – Kabupaten Rembang sukses mencatatkan sejumlah pencapaian gemilang di kancah global yang ditandai dengan penurunan angka kemiskinan secara signifikan. Tak hanya itu, sektor kesehatan juga menunjukkan progres luar biasa dengan turunnya angka prevalensi stunting sebesar 2 hingga 3 persen. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

​Wakil Bupati Rembang, H. Muhammad Hanies Cholil Barro’ (Gus Hanies), mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah saat ini berada pada tren positif di angka 5 persen secara tahunan (year-on-year). Menurutnya, angka tersebut mencerminkan stabilitas dan daya tahan ekonomi lokal yang tetap tangguh meski harus menghadapi dinamika tantangan ekonomi, baik di tingkat nasional maupun internasional.

​Hal tersebut ditegaskan Gus Hanies saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) RKPD 2027 di Pendopo Kecamatan Sluke. Dalam forum strategis tersebut, ia juga menyoroti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang kini mencapai 73 persen. Selain itu, perbaikan tata kelola pemerintahan juga mendapat apresiasi melalui raihan penghargaan keterbukaan informasi publik yang berhasil dipertahankan.

​Di sisi lain, sektor pelayanan publik terus diperkuat melalui perluasan manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saat ini, telah beroperasi 43 dapur umum di seluruh Kabupaten Rembang untuk mendukung program tersebut. Khusus di Kecamatan Sluke, terdapat 3 dapur aktif dan 2 dapur baru yang siap memenuhi target pelayanan gizi bagi masyarakat di wilayah tersebut.

​Sejalan dengan visi penguatan ekonomi kerakyatan, pembangunan Koperasi Merah Putih (Kopdes) kini telah mencapai 153 unit di tingkat kabupaten. Di wilayah Sluke sendiri, sebanyak 7 dari 14 desa telah memiliki unit koperasi, di mana beberapa di antaranya sudah siap beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan ekonomi warga desa setempat.

​"Ini adalah buah kerja keras kita bersama. Capaian ini harus menjadi cambuk bagi kita semua untuk melangkah lebih baik lagi demi daerah yang kita cintai," ujar Gus Hanies di hadapan para tokoh masyarakat dan pejabat yang hadir dalam acara tersebut.

​Menanggapi pertumbuhan wilayahnya, Camat Sluke, Mohammad Ansori, menyatakan bahwa Sluke memiliki potensi besar sebagai kawasan industri baru dengan menjamurnya perusahaan-perusahaan besar. Kehadiran sektor industri ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi utama yang memberikan dampak langsung bagi penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan warga sekitar.

​Sebagai langkah strategis ke depan, pihak kecamatan memprioritaskan program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang menyasar 14 desa. Program unggulan ini akan difokuskan pada pengembangan usaha masyarakat di bidang peternakan dan perikanan guna memastikan kemandirian pangan tetap terjaga di tingkat lokal. (*)

Pewarta : Ezra Vandika
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.