TIMES JABAR, CIANJUR – Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengambil langkah untuk mendorong kemandirian para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dengan menyalurkan bantuan modal dalam wujud peralatan produksi kepada 200 pelaku usaha.
Kepala Bidang UMKM Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagin) Kabupaten Cianjur, Henny Purwaningsih, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan berupa alat-alat produksi dengan nilai setiap UMKM mendapatkan maksimal Rp3 juta.
Dia menyatakan, “Program ini dinilai strategis untuk menghindari penyalahgunaan bantuan modal tunai yang sebelumnya pernah terjadi, di mana pelaku usaha menggunakan uang bantuan modal untuk membeli telepon selular atau barang lain yang tidak ada kaitan dengan usaha yang mereka jalani.”
Berangkat dari pengalaman tersebut, pada tahun 2025 program ini diujicobakan kepada 200 UMKM. Ke depannya, Pemkab Cianjur menargetkan 400 UMKM akan menjadi penerima manfaat dalam lima tahun mendatang.
"Para pelaku UMKM yang ditargetkan ini akan menjalani pelatihan terlebih dahulu sebelum mereka diizinkan mengajukan proposal untuk pengadaan peralatan produksi dengan nilai maksimal Rp5 juta," katanya dalam keterangan yang diterima TIMES Indonesia, Minggu (30/11/2025).
Menurut data Kementerian UMKM tahun 2022, jumlah pelaku UMKM di Cianjur saat ini mencapai angka fantastis, yaitu 60.000. Untuk mendukung laju perkembangan usaha ini, pemerintah daerah tidak hanya berfokus pada permodalan, tetapi juga menyediakan beragam pelatihan.
Beberapa pelatihan yang disiapkan antara lain adalah digitalisasi usaha dan sertifikasi halal. Selain itu, pemerintah juga menjembatani pertemuan antara UMKM dengan pihak perbankan, ritel modern, dan dunia usaha. Tujuannya agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar nasional.
Henny Purwaningsih menambahkan, “Pelatihan yang diberikan seperti digitalisasi dan sertifikasi halal, mempertemukan UMKM dengan perbankan, ritel modern dan dunia usaha, sehingga produk yang dihasilkan dapat bersaing di pasar nasional.”
Dalam hal ini lebih lanjut Pemkab Cianjur berharap banyak, dengan adanya bantuan modal alat usaha ini, hasil produksi para pelaku usaha bisa meningkat signifikan. Mereka ditargetkan mampu menembus pasar nasional, bahkan internasional.
Pihaknya mencatat bahwa beberapa produk UMKM Cianjur, seperti sambal honje, Moci Momi, dan gula semut, telah sukses menembus pasar internasional. Berbagai upaya pelatihan dan pembinaan terus dilakukan agar produk-produk ini memiliki pasar tetap dan diminati oleh pembeli dari dalam maupun luar negeri.
"Sudah banyak produk UMKM Cianjur yang tembus pasar internasional seiring pendampingan dan bantuan modal yang diberikan, kami berharap ke depan produk UMKM yang dihasilkan menjadi langganan pembeli dari luar negeri,” tutup Henny optimis. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Dorong Kemandirian Usaha, Ratusan UMKM di Cianjur Dapatkan Bantuan
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Deasy Mayasari |