TIMES JABAR, MAJALENGKA – Waktu bergerak, sejarah berbicara. Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, kembali menapaki satu babak penting dalam perjalanan panjangnya.
Memasuki usia ke-186 tahun, peringatan Hari Jadi Kabupaten Majalengka bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi kolektif untuk menengok masa lalu, meneguhkan masa kini, dan menata masa depan.
Mengusung tema 'Menapak Sejarah, Bangun Kolaborasi dan Inovasi Menuju Majalengka Langkung SAE'
Peringatan Hari Jadi ke-186 menjadi penanda arah pembangunan daerah yang berakar kuat pada sejarah, namun berpandangan jauh ke depan. Tema ini merepresentasikan semangat keberlanjutan, kebersamaan, dan pembaruan sebagai fondasi Majalengka dalam lima tahun ke depan.
Menapak Sejarah sebagai Pondasi Peradaban
Sejarah bukan sekadar catatan masa lampau, tetapi pijakan menuju kehidupan yang lebih baik. Menapak sejarah dimaknai sebagai upaya memahami perjalanan manusia dan daerah secara utuh, bahwa manusia adalah subjek sekaligus objek sejarah.
Dari sanalah nilai, identitas, dan karakter Majalengka dibentuk dan diwariskan lintas generasi. Sejalan dengan hal tersebut, melalui Peraturan Daerah Kabupaten Majalengka Nomor 7 Tahun 2025, ditetapkan bahwa hari lahir Kabupaten Majalengka jatuh pada tanggal 11 Februari 1840.
"Ketetapan ini menjadi dasar historis yang memperkuat jati diri daerah, sekaligus mempertegas bahwa Majalengka tumbuh dari perjalanan panjang yang sarat perjuangan dan pengabdian," kata Bupati Majalengka, H Eman Suherman, Senin (26/1/2026)
Bangun Kolaborasi, Satukan Energi Pembangunan
Memasuki usia ke-186, tantangan pembangunan kian kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi kunci.
Bangun kolaborasi dimaknai sebagai kerja bersama lintas individu, kelompok, dan organisasi untuk bergerak secara sinergis, berbagi gagasan, sumber daya, serta keahlian demi tujuan bersama.
Peringatan Hari Jadi Majalengka menjadi ruang pemersatu seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tokoh masyarakat, pemuda, pelaku budaya, hingga dunia usaha, untuk menyatukan energi dalam pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Inovasi sebagai Jalan Perubahan
Menurutnya, di tengah perubahan zaman, inovasi menjadi keniscayaan. Inovasi dipahami sebagai upaya menggerakkan dan mempercepat pembaruan melalui ide kreatif dan pendekatan baru yang memberi nilai tambah.
Semangat ini menjadi penggerak Kabupaten Majalengka untuk terus beradaptasi, meningkatkan daya saing, serta menghadirkan solusi atas berbagai tantangan daerah.
"Inovasi tidak berdiri sendiri, tetapi tumbuh dari kolaborasi yang kuat dan pemahaman sejarah yang mendalam. Ketiganya menjadi satu kesatuan yang saling menguatkan," ujarnya.
Majalengka Langkung SAE, Visi Masa Depan Daerah
Tema Hari Jadi ke-186 selaras dengan visi pembangunan daerah Majalengka Langkung SAE, yang menjadi arah kebijakan Kabupaten Majalengka untuk periode 2025+2029.
Visi ini mencerminkan cita-cita mewujudkan Majalengka yang lebih sejahtera, adaptif, dan unggul dalam berbagai sektor kehidupan.
Peringatan Hari Jadi juga bertujuan menumbuhkan rasa kebanggaan, patriotisme, dan persatuan masyarakat dengan merefleksikan sejarah, capaian, serta tantangan pembangunan.
Momentum ini diharapkan mampu memperkuat jati diri daerah, mendorong partisipasi publik, melestarikan budaya, sekaligus menjadi sarana evaluasi dan perencanaan masa depan.
Mapag Kasaean, Menyambut Kebaikan Bersama
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan, Pemerintah Kabupaten Majalengka menggelar Kegiatan Mapag Kasaean, yang bermakna menyambut dan menjemput kebaikan.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari bakti sosial, pagelaran seni dan budaya, perlombaan, kejuaraan olahraga, hingga pameran dan promosi potensi daerah.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi wujud nyata semangat kebersamaan dan optimisme masyarakat Majalengka dalam menyongsong masa depan.
Di usia ke-186 tahun, Kabupaten Majalengka tidak hanya merayakan angka, tetapi merayakan perjalanan. Dengan menapak sejarah, membangun kolaborasi, dan menguatkan inovasi, Kabupaten Majalengka melangkah mantap menuju masa depan, menuju Majalengka Langkung SAE. (*)
| Pewarta | : Jaja Sumarja |
| Editor | : Ronny Wicaksono |