https://jabar.times.co.id/
Berita

Mengenal Diet PELADO: Cara Menjaga Kualitas Hidup Pasien Gagal Ginjal Melalui Nutrisi

Kamis, 22 Januari 2026 - 20:25
Ahli Gizi RSUD Pandega Jelaskan Alasan Pasien Ginjal Wajib Menjalani Diet Khusus Ahli gizi RSUD Pandega Pangandaran, Indah Fazliani.

TIMES JABAR, PANGANDARAN – Pasien dengan penyakit ginjal, khususnya gagal ginjal, diwajibkan menjalani pengaturan pola makan atau diet khusus. Hal ini dilakukan karena fungsi ginjal yang menurun tidak lagi mampu menyaring zat sisa metabolisme, racun, serta kelebihan cairan secara optimal.

Ahli Gizi RSUD Pandega Pangandaran, Indah Fazliani, menjelaskan bahwa ginjal memiliki peran vital layaknya saringan canggih dalam tubuh manusia. Namun, ketika ginjal mengalami kerusakan, kemampuan tersebut ikut menurun dan berdampak pada keseimbangan tubuh.

"Pada penderita gagal ginjal, saringan ginjal sudah rusak. Jika asupan makanan tidak diatur, itu sama saja memaksa ginjal yang sudah lemah untuk bekerja lebih keras," kata Indah, Kamis (22/1/2025).

Menurutnya, diet yang tepat bertujuan untuk mengurangi beban kerja ginjal, menjaga kadar zat berbahaya tetap terkendali, serta memperlambat perkembangan penyakit ginjal.

"Dengan pengaturan diet yang baik, penumpukan sisa metabolisme bisa dicegah dan keseimbangan elektrolit dalam tubuh tetap terjaga," jelasnya.

Dampak Jika Diet Tidak Dijalankan

Indah mengungkapkan, pasien gagal ginjal yang tidak menjalani diet berisiko mengalami penumpukan zat sisa metabolisme, kelebihan cairan, serta gangguan elektrolit. Kondisi tersebut dapat menimbulkan berbagai keluhan serius.

"Ginjal yang rusak tidak mampu mengeluarkan kelebihan cairan. Akibatnya, pasien bisa mengalami pembengkakan di kaki dan tangan hingga sesak napas," ujarnya.

Selain itu, kelebihan natrium dan cairan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi serta penumpukan ureum yang memicu mual, lemas, dan rasa gatal pada kulit.

Makanan yang Perlu Dibatasi

Indah menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal perlu membatasi beberapa jenis zat gizi, di antaranya protein, natrium, kalium, fosfor, dan cairan.

"Asupan protein perlu dikurangi, terutama dari daging merah. Natrium atau garam juga harus dibatasi karena banyak terdapat pada makanan instan dan kemasan," jelasnya.

Sementara itu, kalium yang tinggi—yang banyak ditemukan pada pisang, alpukat, jeruk, kentang, dan bayam—dapat mengganggu irama jantung hingga berisiko menyebabkan henti jantung. Fosfor yang berlebihan, seperti dari susu, kacang-kacangan, dan olahan daging, dapat menurunkan kadar kalsium dalam tulang sehingga membuat tulang menjadi rapuh.

"Pembatasan cairan juga penting, termasuk air putih, jus, kuah, hingga es batu, karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan," tambahnya.

Pola Makan yang Direkomendasikan

Untuk membantu pasien gagal ginjal tetap mendapatkan asupan gizi yang cukup,ada yang namanya pola makan PELADO Diet atau plant dominant low protein diet. Pola ini menekankan pembatasan protein rendah, khususnya dari daging merah.

"Protein hewani selain daging merah masih dapat dikonsumsi, seperti telur, daging ayam, atau ikan, tentunya dengan porsi yang sudah disesuaikan," tuturnya.

Ia menekankan bahwa pengelolaan diet pasien ginjal harus dilakukan secara individual sesuai kondisi medis masing-masing pasien.

"Pembatasan makanan ini bukan sekadar larangan, tetapi langkah penting untuk menjaga keseimbangan tubuh dan meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal," pungkasnya. (*)

Pewarta : Acep Rifki Padilah
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.