TIMES JABAR, MAJALENGKA – Di tengah dinamika ekonomi dan tantangan dunia kerja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, menutup tahun 2025 dengan capaian menggembirakan. Penyerapan tenaga kerja melampaui target, menandai langkah nyata pemerintah daerah dalam membuka peluang kerja dan memperkuat ekonomi lokal.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi, dan UKM (DK2UKM) Kabupaten Majalengka, Arif Daryana mengungkapkan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari strategi berkelanjutan yang telah dirancang sejak awal periode perencanaan.
"Target penyerapan tenaga kerja selama lima tahun kami tetapkan sebanyak 50 ribu orang. Hingga tahun 2025, capaian itu sudah berada di jalur yang sangat positif," ujar Arif Daryana, Kamis (22/1/2026)
Salah satu motor penggerak utama berasal dari Program Mata Hati, yang berfokus pada peningkatan kompetensi pencari kerja melalui pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK). Sepanjang 2025, sebanyak 5.325 tenaga kerja tercatat telah terfasilitasi melalui program ini dan dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri.
Program Mata Hati kata dia, juga dirancang untuk memaksimalkan dan mempermudah masyarakat Majalengka agar ikut menjadi pelaku, bukan sekadar penonton, di tengah kemajuan industri yang berkembang pesat di daerah.
Tak hanya dari sektor pelatihan, pemerintah daerah juga mencatat hasil signifikan dari penempatan tenaga kerja langsung. Melalui kerja sama dengan dunia usaha, 13.956 tenaga kerja berhasil disalurkan ke 12 perusahaan di berbagai sektor.
Angka tersebut terus bertambah. Di luar 12 perusahaan awal, sejumlah perusahaan lain turut menyerap tenaga kerja, sehingga total penyerapan sepanjang tahun 2025 mencapai 14.996 orang. Tenaga kerja tersebut tersebar di 24 perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Majalengka.
"Dengan capaian tersebut, target tahunan penyerapan tenaga kerja sebesar 10 ribu orang sejatinya telah terlampaui. Pencapaian ini sekaligus menjadi indikator meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim ketenagakerjaan di Majalengka," katanya.
Capaian ini tidak hanya mencerminkan keberhasilan program pemerintah, tetapi, kata Arif, juga menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pelatihan, dunia industri, dan kebijakan daerah mampu membuka jalan bagi ribuan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan yang layak.
Menatap ke depan, Pemerintah Kabupaten Majalengka berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas jejaring industri, serta memastikan penyerapan tenaga kerja tetap berkelanjutan demi mendorong Majalengka yang semakin berdaya saing dan produktif. (*)
| Pewarta | : Jaja Sumarja |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |