https://jabar.times.co.id/
Berita

Menuju 186 Tahun, Kabupaten Majalengka Matangkan Hari Jadinya

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:18
Menuju 186 Tahun, Kabupaten Majalengka Matangkan Hari Jadinya Bupati Majalengka, H Eman Suherman. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)

TIMES JABAR, MAJALENGKA – Pemkab Majalengka, Jawa Barat, menggelar rapat pimpinan (rapim) khusus bersama jajaran eksekutif dan Forkopimda. Agenda tunggal rapat tersebut adalah mematangkan persiapan Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 yang akan diperingati pada 11 Februari 2026.

Rapim khusus ini digelar karena waktu yang mendesak. Hitungan hari menuju peringatan hari jadi membuat pemerintah daerah perlu bergerak cepat dan terukur.

Fokus utama rapat adalah memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tepat waktu, bermakna, dan tetap berpijak pada prinsip efisiensi.

Dalam arahannya, Bupat Majalengka, H Eman Suherman menegaskan bahwa peringatan hari jadi harus dilaksanakan dengan prinsip meriah, sederhana, efektif, dan efisien. 

Kemeriahan tidak diukur dari besarnya anggaran atau banyaknya acara seremonial, melainkan dari keterlibatan masyarakat, luasnya partisipasi publik, serta tumbuhnya rasa memiliki terhadap sejarah Kabupaten Majalengka.

"Sederhana dari sisi biaya dan konsep, efektif dari segi waktu dan pelaksanaan. Tapi tetap harus terasa meriah karena dihadiri masyarakat, didukung masyarakat, dan menjadi cerita bersama," ujar Bupati Eman Suherman, Kamis (22/1/2026)

Momentum Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 memiliki makna historis yang kuat. Berdasarkan kajian ilmiah dan arsip nasional, Kabupaten Majalengka secara resmi berdiri pada 11 Februari 1840

Sebagaimana tercatat dalam Besluit dan dokumen Arsip Nasional Republik Indonesia. Bupati pertama yang memimpin Kabupaten Majalengka kala itu adalah Raden Arya.

Penetapan ini sekaligus menandai perubahan penanggalan hari jadi Majalengka, dari sebelumnya yang dikenal dengan usia lebih dari lima abad, menjadi 186 tahun berdasarkan fakta empiris dan kajian akademis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Rangkaian peringatan hari jadi tidak hanya terpusat pada puncak acara 11 Februari. Sehari sebelumnya, pada 10 Februari, direncanakan akan digelar doa bersama dan ziarah ke makam para bupati terdahulu di pemakaman Girilawungan.

Hingga kini, makam bupati pertama hingga bupati ketujuh telah teridentifikasi dengan jelas. Ziarah ini diproyeksikan menjadi salah satu momen paling khidmat sekaligus bermakna.

Kemeriahan dimaknai melalui kehadiran masyarakat yang datang untuk berdoa, mengenang, dan menghormati para pemimpin yang telah meletakkan fondasi Kabupaten Majalengka hingga usia ke-186 tahun.

Meski pendekatan sejarah kini berpijak pada data akademis, nilai-nilai kearifan lokal tetap dihormati. Ziarah ke tokoh-tokoh dalam cerita rakyat tetap akan dilakukan sebagai bentuk penghargaan terhadap sejarah lisan yang tumbuh di tengah masyarakat.

Puncaknya, rangkaian ziarah direncanakan diawali dari Pendopo Kabupaten Majalengka, dengan prosesi berjalan kaki bersama, mengenakan busana putih sebagai simbol kesucian niat, penghormatan sejarah, dan harapan masa depan.

Dengan konsep yang sederhana namun sarat makna, Hari Jadi Kabupaten Majalengka ke-186 diharapkan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan momentum refleksi sejarah, penguatan identitas daerah, serta ajakan kolektif untuk melangkah ke masa depan Majalengka yang 'Langkung SAE' dan lebih matang serta berdaya. (*)

Pewarta : Jaja Sumarja
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.