TIMES JABAR, BANJAR – Sekelompok mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (Satma) bersama GMNI mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar pada hari Kamis (22/1/2026). Tujuan kedatangan mereka adalah untuk mempertanyakan buruknya pengelolaan dan pelayanan terkait sampah.
Irwan Herwanto, Ketua Satma Kota Banjar, menyampaikan bahwa Pemerintah sering meminta masyarakat untuk sadar dan mengurus sampah rumah tangga. Namun, menurutnya, Pemerintah sendiri tidak memberi contoh yang baik karena layanan pengelolaan sampah DLH sangat buruk.
Irwan menjelaskan ada banyak keluhan masyarakat soal pengangkutan sampah. Selain itu, banyak kontainer sampah yang sudah rusak tetap digunakan.
"Akibatnya, sampah sering berceceran di jalanan saat truk pengangkut bergerak atau membuang muatan. Kami menekankan bahwa masyarakat sudah membayar retribusi (iuran) sampah, tetapi layanan yang diterima tidak maksimal," ujarnya.
Dalam audiensi tersebut, Satma juga mempertanyakan masalah teknis anggaran DLH. Mereka bingung mengapa biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk operasional truk sampah dimasukkan ke anggaran pemeliharaan, bukan anggaran operasional sebagai kegiatan rutin.
Kepala DLH Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, mengakui bahwa mengelola sampah saat anggaran sedang dipotong (efisiensi) adalah tantangan yang harus ditanggung bersama.
Terkait delapan unit kontainer sampah yang rusak, Asep menjelaskan bahwa DLH berencana memperbaikinya jika anggaran sudah memadai.
"Sebagai langkah lain, DLH juga sedang mengajukan permohonan bantuan dana kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat," ujarnya.
Asep menambahkan bahwa DLH sebenarnya berhasil mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi sampah hingga 109%, yaitu sebesar Rp612 juta dari target Rp543 juta.
Namun, ia menegaskan bahwa uang hasil retribusi ini langsung masuk ke kas daerah.
"Karena adanya pemotongan anggaran, dana untuk pemeliharaan (termasuk perbaikan truk dan kontainer) tetap dibatasi. Hal ini memaksa kami untuk memprioritaskan kebutuhan yang paling mendesak saja," pungkasnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Satma dan GMNI Pertanyakan Layanan Dinas LH Terkait Pengelolaan Sampah
| Pewarta | : Sussie |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |