TIMES JABAR, TASIKMALAYA – Aksi demonstrasi yang digelar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Tasikmalaya di depan Bale Kota Tasikmalaya, Jumat (30/1/2026), menyisakan sejumlah peristiwa yang menjadi sorotan publik.
Salah satunya adalah robeknya seragam anggota jajaran Polres Tasikmalaya Kota pada bagian kerah sebelah kanan saat proses pengamanan berlangsung.
Insiden tersebut terjadi di tengah dinamika aksi yang awalnya berjalan tertib, namun kemudian memanas ketika terjadi dorong-dorongan antara massa aksi dan aparat kepolisian yang berjaga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, aparat kepolisian dari Polres Tasikmalaya Kota diterjunkan untuk melakukan pengamanan penuh guna menjaga ketertiban dan keamanan selama aksi berlangsung.
Namun, dalam proses pengamanan itulah, salah seorang anggota polisi mengalami kerusakan pada seragam dinasnya, tepatnya robek di bagian kerah kanan bawah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PC PMII Kota Tasikmalaya, Ilham Ramdani, dengan tegas membantah tudingan bahwa kader PMII membawa senjata tajam saat aksi berlangsung.
Ilham menyatakan bahwa sebelum keberangkatan aksi, pihaknya telah melakukan pemeriksaan internal terhadap seluruh peserta.
“Sebelum berangkat juga kan memastikan bahwa sahabat-sahabat kader PMII tidak ada yang membawa sajam (senjata tajam) ataupun apalah itu,” tegas Ilham kepada awak media melalui telepon selulernya. Jumat (31/1/2026).
“Tah ini seolah-olah kan diframingnya ada yang membawa senjata tajam,” lanjutnya.
Ilham mengungkapkan, setelah aksi berlangsung dan muncul tudingan tersebut, dirinya langsung mengumpulkan para peserta aksi untuk melakukan klarifikasi internal.
“Tadi langsung dikumpulkan. Saya tanya satu-satu,” ungkap Ilham.
Dari hasil penelusuran internal itu, Ilham memastikan tidak satu pun kader PMII yang membawa senjata tajam.
“Yang disebutkan Kapolres enggak bener,” katanya tegas.
“Dari kami tidak mungkin ada yang bawa sajam,” sambungnya.
Tak hanya membantah tudingan tersebut, Ilham juga mengungkapkan bahwa pihak PMII justru mengalami korban luka dalam insiden pengamanan aksi.
Ia menyebut setidaknya ada lima orang kader PMII yang mengalami luka-luka.
“Kita juga mempunyai korban, banyak ini ada lima orang yang terluka,” ujarnya.
Menurut Ilham, luka-luka tersebut dialami di berbagai bagian tubuh.
“Ada yang di tangan, ada yang di kepala, ada yang di kaki,” jelasnya.
Bahkan, beberapa kader mengaku tidak sepenuhnya mengingat kronologi luka yang mereka alami karena situasi yang terjadi berlangsung cepat dan penuh tekanan.
“Ya gak inget kalau dipukul atau didorong, soalnya ini ada bekasnya,” pungkas Ilham.(*)
| Pewarta | : Harniwan Obech |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |