https://jabar.times.co.id/
Berita

BPS: Daripada Belanja Bahan Pokok, Warga Pangandaran Lebih Gemar Beli Rokok

Jumat, 30 Januari 2026 - 22:37
BPS: Daripada Belanja Bahan Pokok, Warga Pangandaran Lebih Gemar Beli Rokok Potret pantai Pangandaran dari atas. (Foto : Istimewa)

TIMES JABAR, PANGANDARAN – Pola konsumsi masyarakat Kabupaten Pangandaran menunjukkan kecenderungan yang cukup memprihatinkan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam sebuah laporan publikasi yang diberi judul Kabupaten Pangandaran Dalam Angka tahun 2025, pengeluaran warga untuk rokok dan tembakau tercatat lebih tinggi dibandingkan belanja bahan pangan bergizi seperti ikan, daging, telur, dan susu.

Dalam laporan tersebut, rokok dan minuman beralkohol masih dimasukkan ke dalam kelompok konsumsi makanan, bersama komoditas kebutuhan pokok lainnya. Data ini memperlihatkan bahwa pada tahun 2024, pengeluaran untuk rokok dan tembakau mencapai 9,2 persen dari total belanja per kapita bulanan. Angka ini melampaui pengeluaran untuk kelompok protein hewani yang hanya berada di kisaran 8,76 persen.

Secara keseluruhan, rata-rata pengeluaran penduduk Pangandaran pada 2024 tercatat sebesar Rp1.367.729 per kapita per bulan. Dari jumlah tersebut, sekitar 59,22 persen dialokasikan untuk konsumsi makanan, sementara sisanya 40,78 persen digunakan untuk kebutuhan non-makanan.

Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, proporsi belanja makanan justru mengalami peningkatan. Pada 2023, porsi pengeluaran makanan berada di angka 55,72 persen, lalu naik signifikan pada 2024. Kenaikan ini mengindikasikan bahwa kebutuhan dasar masih menjadi fokus utama masyarakat, sekaligus mencerminkan tingkat kesejahteraan yang relatif belum tinggi.

BPS juga mencatat perubahan komposisi belanja makanan. Konsumsi padi-padian dan umbi-umbian naik dari 7,94 persen pada 2023 menjadi 9,59 persen pada 2024. Sebaliknya, belanja ikan, daging, telur, dan susu justru mengalami penurunan. Sementara itu, pengeluaran untuk kacang-kacangan, buah, dan sayuran mengalami kenaikan menjadi 10,51 persen.

Di sisi lain, konsumsi rokok terus menunjukkan tren meningkat. Dari 8,81 persen pada 2023, naik menjadi 9,2 persen pada 2024. Angka tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pengeluaran minyak, lemak, bumbu, serta bahan minuman.

Untuk kelompok non-makanan, belanja terbesar masih didominasi oleh kebutuhan perumahan, bahan bakar, listrik, dan air yang mencapai 21,45 persen. Sedangkan pengeluaran untuk keperluan pesta dan upacara adat tercatat paling kecil, hanya 1,13 persen.

Kondisi ini tercermin dari pengakuan salah seorang warga Kecamatan Pangandaran, Irfan Ardiansyah (40). Ia mengaku pengeluaran untuk rokok menjadi kebutuhan rutin sehari-hari.

"Kalau dihitung, sehari bisa habis dua bungkus. Kalau lagi banyak kerjaan, bisa lebih," ujarnya, Jumat (30/1/2026).

Irfan mengatakan kebiasaan merokok telah ia jalani sejak remaja dan sulit dihentikan. "Sudah lama banget, dari SMP. Sehari saja tidak merokok rasanya berat," katanya.

Data BPS tersebut menjadi gambaran nyata bahwa rokok masih menempati posisi penting dalam struktur konsumsi masyarakat Pangandaran, bahkan mengalahkan bahan pangan bergizi. Kondisi ini sekaligus menjadi tantangan bagi upaya peningkatan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di daerah tersebut. (*)

Pewarta : Acep Rifki Padilah
Editor : Hendarmono Al Sidarto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jabar just now

Welcome to TIMES Jabar

TIMES Jabar is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.