TIMES JABAR, CIANJUR – Insiden tragis menimpa satu keluarga di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, yang mengalami keracunan parah setelah menyantap jamur liar.
Peristiwa yang terjadi pada pertengahan Januari 2026 ini mengakibatkan satu orang anggota keluarga dinyatakan meninggal dunia setelah sempat mendapatkan perawatan medis secara intensif.
Korban meninggal diketahui mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Daerah Kabupaten Cianjur pada Kamis malam (22/1/2026) karena kondisi kesehatannya yang terus memburuk pasca-konsumsi tanaman tersebut.
Berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian, kronologi kejadian bermula saat salah satu anak korban pulang dari kebun dengan membawa seember jamur liar sehari sebelumnya. Sebelum dimasak, sang anak sempat memastikan keamanan jamur tersebut kepada orang tuanya.
Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arif Titim Firmanto, menjelaskan bahwa orang tua korban meyakini jamur itu aman untuk dikonsumsi sehingga mereka memutuskan untuk mengolahnya menjadi hidangan keluarga.
Sekitar pukul 15.00 WIB, seluruh anggota keluarga yang terdiri dari Wahyu, Hj. Imas, Yanto, dan Yani menyantap masakan jamur tersebut bersama-sama. Namun, hanya dalam waktu 30 menit, efek racun mulai bereaksi dan menyerang tubuh mereka secara bergantian.
"Sdr. Yanto menjadi orang pertama yang mengeluhkan rasa mual, muntah-muntah, hingga tubuh yang terasa sangat lemas sebelum akhirnya gejala serupa merambat ke anggota keluarga lainnya," ungkap Kapolsek.
Melihat kondisi yang semakin mengkhawatirkan, para korban segera dilarikan ke puskesmas setempat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Cianjur menggunakan ambulans desa.
Kapolsek Arif Titim memaparkan bahwa pihak medis di puskesmas menyarankan para korban dibawa ke unit gawat darurat rumah sakit guna mendapatkan penanganan yang lebih memadai. Mereka tiba di IGD RSUD Cianjur sekitar sore hari untuk segera mendapatkan tindakan darurat dari tim dokter.
"Keempat korban diketahui merupakan keluarga inti yang tinggal dalam satu lingkungan namun berbeda rumah, mencakup sosok ayah, ibu, serta anak-anaknya," tuturnya.
Lanjut AKP Arif Titim ia mengungkapkan bahwa korban yang meninggal dunia adalah sang ayah yang sebelumnya mendapatkan perawatan khusus di ruang ICU. Korban atas nama H. Wahyu tersebut tidak tertolong dan dinyatakan wafat sekitar pukul 19.00 WIB pada hari Kamis.
Saat ini, pihak kepolisian terus memantau perkembangan anggota keluarga lain yang masih dalam perawatan medis. Sementara itu, satu orang korban telah diizinkan untuk menjalani rawat jalan di rumah karena kondisinya dianggap sudah cukup stabil.
"Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memetik dan mengonsumsi tanaman liar yang ditemukan di sekitar perkebunan guna menghindari kejadian serupa terulang kembali," imbuhnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Update Korban Tragedi Jamur Liar di Cianjur, Satu Orang Meninggal Dunia
| Pewarta | : Wandi Ruswannur |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |